Satu Jenazah Kru Kapal Jurnalis Ditemukan
Bengkulu Utara, tvOnenews.com - Jenazah seorang anak buah kapal (ABK) Arupadatu 1 yang sebelumnya hilang kontak di perairan Selat Sunda berhasil diidentifikasi setelah ditemukan di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu.
Kapolda Banten menjelaskan, jenazah berjenis kelamin laki-laki tersebut sebelumnya ditemukan tanpa identitas di Peran Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano. Jenazah diperkirakan memiliki tinggi sekitar 163 sentimeter dan berusia sekitar 50 tahun.
Penemuan jenazah tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi antara Polda Banten dan Polda Bengkulu. Tim DVI mencocokkan data antemortem dari delapan keluarga korban yang hilang dalam insiden Arupadatu 1 dengan data postmortem jenazah tanpa identitas tersebut.
Proses identifikasi dilakukan menggunakan sejumlah metode, termasuk pemeriksaan sidik jari, gigi, dan DNA. Pemeriksaan DNA dilakukan Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri.
Hasil pemeriksaan DNA menunjukkan jenazah tersebut merupakan Surahman, salah satu ABK Arupadatu 1. Identitas tersebut dipastikan berdasarkan kecocokan genetik dengan anak kandung Surahman.
Arupadatu 1 sebelumnya berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau. Kapal tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak bersama sejumlah awak dan jurnalis yang berada di dalamnya.
Setelah jenazah berhasil diidentifikasi, Polda Banten berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk proses pemulangan. Jenazah rencananya diterbangkan dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk kemudian diserahkan kepada keluarga.
Pihak kepolisian menyatakan hasil identifikasi melalui pemeriksaan DNA dilakukan secara ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.