news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sosok almarhum Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS Kesehatan yang curhat antre ruang rawat inap 8 jam berujung meninggal dunia.
Sumber :
  • Instagram/@yurizaltrich

Dinkes DKI Tegaskan Tak Ada Nakes Jakarta Mencibir Curhatan Pasien BPJS Yurizal

Media sosial beberapa waktu lalu viral dengan curhatan pasien BPJS Kesehatan Yurizal. Lalu dicibir oleh oknum tenaga kesehatan (Nakes).
Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:54 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com- Kasus Yurizal pasien BPJS menuai perhatian publik di media sosial (Medsos). Termasuk Dinas Kesehatan DKI Jakarta, yang memastikan nakes Jakarta tidak ada yang terlibat pada kasus itu.

Ilustrasi Dokter Hina Pasien BPJS Akhirnya Minta Maaf, Kasus Yurizal Jadi Pengingat Keras Sumpah Profesi Tenaga Kesehatan
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

Kasus pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal yang curhat dan viral. Sebab adanya oknum nakes tidak berempati atau nirempati terhadap curhatan yang mengeluh menunggu lama.

Yurizal pada waktu mencurahkan keluahannya, menyebutkan kalau dirinya harus menunggu berjam-jam sampai 8 jam untuk mendapatkan ruangan. 

Dengan begitu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati menegaskan tidak ada tenaga kesehatan (nakes) di fasilitas kesehatan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang mencibir keluhan pasien BPJS Kesehatan melalui medsos.

“Ada lima tenaga kesehatan dan tenaga medis (terindikasi melakukan pencibiran). Tidak ada satupun yang merupakan nakes yang bekerja di fasilitas kesehatan milik Pemprov DKI,” kata Ani menjelaskan, dalam antara, Sabtu (8/8).

Lebih lanjut disampaikan kalau kapasitas Pemprov DKI dalam hal ini melakukan koordinasi dengan pimpinan rumah sakit. 

Mengingat pembinaan nakes pada dasarnya merupakan kerja bersama antara Dinas Kesehatan, organisasi profesi, dan pimpinan fasilitas kesehatan.

"Secara detail, tanggung jawab tindakannya akan dilanjutkan pimpinan dari rumah sakit," ujar Ani.

Apakah para Nakes Kena Sanksi?

Sehubungan dengan ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pihaknya akan mendalami kasus Yurizal tersebut. 

Yurizal Tri Chaerawan.
Sumber :
  • X @LambeSahamjja

Terlebih kepada Nakes untuk memeriksa status kepegawaian mereka. Hal ini buntut ucapan di medsos dinilai tidak punya empati (nirempati).

"Tindakan selanjutnya, nanti kita akan cek apakah yang bersangkutan statusnya itu pegawai atau masih pelajar," jelas Menkes.

Kronologi Viralnya Yurizal di Medsos

Berdasarkan ceritanya lewat thread, Yurizal mengaku sebagai pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan. 

Lalu masuk ke Rumah Sakit namun tidak disebutkan di mana, hingga dirinya dikabarkan telah meninggal dunia.

Almarhum Yurizal membagikan kisahnya yang menunggu lama untuk mendapatkan Kamar di RS. Lewat akunnya @yurizaltrich pada 22 Juli 2026, ia mengaku menunggu hingga 8 jam untuk menjalani perawatan dan tak kunjung mendapatkan kamar.

"8 Jam belum dapat ruangan, gamau spill RSnya soalnya gue pake BPJS," tulis Yurizal dikutip dari akun Threadsnya, Rabu 5 Agustus 2026.

Curhatannya menjadi viral, karena diduga dikomentari oleh oknum tenaga kesehatan (Nakes). Banyak akun memberikan pernyataan bernada nirempati kepadanya.

Salah satunya, pengguna media sosial @bennychrstn. Berdasarkan penelusuran oleh wargent yang diduga, alumni fakultas kedokteran Universitas Indonesia.

"Kalo full, mau dipindahkan kemana? Masa di lantai? Gak ada hubungannya sama BPJS atau nggak BPJS yang make banyak otomasti yang dirawat juga banyak ga cuma u sendiri. Kalau mau pindah cepat noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin deh nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPSJ berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini," tulis akun tersebut.

Kemudian ada akun @erudarahaadini yang ikut berkomentar dengan nada menyindir. 

"PPnya kayak orang have tapi aslinya haven't kah? haven't some brain cells," komentar akun tersebut.(klw)

 

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:16
12:21
02:04
03:45
02:28
03:25

Viral