news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi berita hoaks.
Sumber :
  • iStockPhoto

Jelang HUT ke-81 RI, Syarikat Islam Serukan Lawan Hoaks, Jaga Persatuan dan Ekonomi Nasional

Masyarakat perlu tetap tenang dan mengedepankan verifikasi informasi agar tak muncul kepanikan yang dapat mengganggu stabilitas sosial maupun aktivitas ekonomi.
Senin, 10 Agustus 2026 - 07:59 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Syarikat Islam mengihmbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai narasi, berita, maupun flyer ajakan kerusuhan yang beredar di media sosial yang belum terverifikasi kebenarannya.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Bidang Organisasi Serumpun Syarikat Islam, Muhammad Nur Ohoitenan dalam keterangannya di Jakarta, dikutip pada Senin (10/8/2026).

Menurut Nur, masyarakat perlu tetap tenang dan mengedepankan verifikasi informasi agar tidak muncul kepanikan yang dapat mengganggu stabilitas sosial maupun aktivitas ekonomi menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

"Jangan mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kita harus tetap tenang, kritis, dan memastikan sumber informasi sebelum mengambil kesimpulan atau meneruskannya kepada orang lain,” katanya.

Ketua Bidang Organisasi Serumpun Syarikat Islam, Muhammad Nur Ohoitenan
Sumber :
  • Istimewa

Ia menilai, penyebaran informasi narasi provokatif bukan hanya berpotensi menimbulkan keresahan, tetapi juga dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap kondisi keamanan dan stabilitas nasional.

Menurutnya, hal itu dapat berdampak pada aktivitas ekonomi. Masyarakat dapat menahan aktivitas konsumsi, sehingga pelaku usaha mengambil sikap menunggu, sementara investor dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko. 

Nur khawatir jika berlangsung luas, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi perdagangan, UMKM, transportasi, pariwisata, hingga iklim investasi.

“Pembangunan ekonomi membutuhkan stabilitas dan kepercayaan. Jangan sampai narasi yang belum terbukti kebenarannya menciptakan ketakutan yang kemudian mengganggu aktivitas masyarakat dan dunia usaha,” ujarnya.

Muhammad Nur juga menegaskan bahwa hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat tetap harus dihormati sebagai bagian dari kehidupan berdemokrasi. Namun, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara damai dan bertanggung jawab.

“Kritik dan perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi, yang harus kita hindari adalah provokasi, informasi palsu, dan tindakan yang dapat memecah persaudaraan serta mengganggu ketertiban umum,” katanya.

Oleh karena itu ia mengajak masyarakat menjadikan momentum HUT ke-81 RI sebagai kesempatan memperkuat persatuan dan optimisme nasional.

“Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan kehilangan persaudaraan. Mari kita periksa setiap informasi sebelum menyebarkannya dan jangan memberikan ruang bagi narasi yang belum terverifikasi untuk menimbulkan ketakutan,” ujarnya.

Ia mengatakan, menjaga persatuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:09
10:53
01:09
06:31
02:08
02:06

Viral