news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani..
Sumber :
  • Youtube/Setpres

CEO Danantara Ungkap Nikel Jadi Resep Motor Listrik Nasional: 46 Persen Nikel Dunia Ada di Indonesia

Pemerintah mengarahkan pengembangan Motor Listrik Nasional (MOLINAS) untuk memanfaatkan kekuatan industri dalam negeri, termasuk cadangan nikel yang melimpah sebagai bahan baku baterai.
Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:39 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah mengarahkan pengembangan Motor Listrik Nasional (MOLINAS) untuk memanfaatkan kekuatan industri dalam negeri, termasuk cadangan nikel yang melimpah sebagai bahan baku baterai.

CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, pengembangan MOLINAS merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam menjalankan kegiatan ekonomi.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) bahwa kita ini harus mandiri, kita harus berdikari, berdiri di atas kaki sendiri untuk setiap kegiatan ekonomi yang ada di Indonesia. Apalagi kita melihat bahwa untuk kepentingan MOLINAS ini, semuanya kita ada,” kata Rosan dalam sambutannya pada acara Peluncuran Motor Listrik Nasional (MOLINAS), di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (13/8).

Menurut Rosan, pembangunan MOLINAS tidak hanya bertumpu pada satu perusahaan. Ekosistem tersebut dibangun melalui kolaborasi pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), serta pengusaha dan perusahaan nasional.

“MOLINAS ini adalah kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara, dan juga pengusaha nasional, perusahaan nasional, dalam rangka kita meningkatkan peran dari kemandirian kita,” ujarnya.

Rosan menilai Indonesia sebenarnya memiliki hampir seluruh “resep” yang dibutuhkan untuk membangun motor listrik nasional. Salah satu kekuatan terbesar berada pada sektor bahan baku baterai, khususnya nikel.

“Kalau kita lihat Bapak Presiden, ingredient-nya atau resepnya kita untuk motor listrik nasional ini semuanya ada di kita, Bapak Presiden,” kata Rosan.

Karena itu, pemerintah akan mendorong penggunaan baterai berbasis nikel dalam pengembangan MOLINAS. 

Kebijakan tersebut sekaligus menjadi upaya menghubungkan kekayaan sumber daya alam Indonesia dengan industri manufaktur bernilai tambah tinggi.

“Baik terutama kita lihat baterai untuk listrik nasional ini, kita akan dorong secara penuh untuk menggunakan nickel based. Karena nikel kita ketahui bersama, 46 persen reserve nikel di dunia itu ada di Indonesia,” ungkapnya.

Besarnya cadangan nikel tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk membangun rantai pasok baterai kendaraan listrik dari dalam negeri. 

Pemerintah tidak ingin kekayaan komoditas berhenti sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Rosan mengatakan Indonesia juga memiliki teknologi dan kemampuan yang diperlukan untuk mengembangkan industri tersebut. 

Dengan kombinasi bahan baku, teknologi, dan kapasitas industri nasional, MOLINAS diharapkan dapat menjadi produk kendaraan listrik yang tidak hanya dibuat di dalam negeri, tetapi juga terjangkau dan berkualitas.

“Dan kita mempunyai teknologi, kita mempunyai kemampuan, sehingga karya anak bangsa ini bisa berkembang, MOLINAS ini bisa terjangkau, berkualitas, apalagi kita bisa menjalankan hilirisasi dari nikel ini menjadi cell battery, battery pack, sehingga bisa digunakan dalam produksi MOLINAS ke depannya,” tutur Rosan. (agr/dpi)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:34
01:25
01:32
01:54
05:21
00:53

Viral