- istimewa
8 Bahasa Asing yang Presiden Prabowo Ingin Anak Kelas 1 SD Pelajari: Pidato di Sidang Tahunan MPR 2026
tvOnenews.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong gebrakan baru di dunia pendidikan tanah air dengan memperkuat pembelajaran bahasa asing sejak jenjang Sekolah Dasar (SD).
Langkah ini ditegaskan sebagai strategi krusial untuk mencetak generasi muda yang siap bersaing di pasar kerja global.
Gagasan strategis tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat membacakan pidato pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
- TVR Parlemen
Prabowo menilai penguasaan bahasa internasional bukan lagi sekadar pelengkap akademik, melainkan modal vital agar tenaga kerja Indonesia mampu menembus berbagai sektor industri mancanegara.
"Pelajaran apa pun kita akan kumpulkan guru-guru terbaik, termasuk bahasa asing. Bahasa asing harus mutlak, harus kita kuasai," tegas Presiden Prabowo Subianto di hadapan anggota dewan.
Soroti Kemampuan Usia Emas: Dari Bahasa Inggris, Mandarin, hingga Rusia
Menurut Prabowo, anak-anak usia di bawah 12 tahun memiliki daya tangkap yang sangat tinggi dalam menyerap bahasa baru.
Oleh sebab itu, kurikulum bahasa asing dipandang perlu diterapkan secara bertahap mulai dari bangku kelas 1 SD.
Tidak hanya berfokus pada bahasa Inggris, Prabowo merinci sejumlah bahasa strategis yang mencakup kekuatan ekonomi, budaya, hingga sains dan teknologi dunia.
"Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD, SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing. Bahasa yang paling penting: bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Arab, juga Jepang, Korea, bahasa Spanyol, bahasa Prancis," kata Prabowo.
Secara khusus, Prabowo juga menyoroti pentingnya penguasaan bahasa Rusia bagi anak bangsa guna membuka gerbang penguasaan ilmu pengetahuan modern.
"Kita juga harus belajar bahasa Rusia. Mereka sangat kuat di bidang sains dan teknologi," lanjut sang Presiden.
- TVR Parlemen
Incar Pasar Kerja Internasional dan Sektor Jasa
Lebih jauh, Prabowo menggarisbawahi bahwa penguasaan berbagai bahasa internasional akan berbanding lurus dengan terbukanya peluang kerja bagi masyarakat Indonesia di luar negeri, terutama pada sektor-sektor krusial seperti pariwisata, layanan kesehatan, keperawatan, hingga pengasuh (caregiver).