news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Uang Rupiah.
Sumber :
  • pixabay

Merasa Kurang Mampu tapi Tak Pernah Dapat Bansos? 'Biang Keroknya' Mungkin Ada di Angka Desil Ini

Kementrian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia biasanya memanfaatkan data berbasis desil untuk menyalurkan bantuan sosial atau bansos, agar tepat sasaran.
Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:04 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Dalam penyaluran bantuan sosial (bansos), Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia memanfaatkan sistem pemeringkatan tingkat kesejahteraan masyarakat berbasis desil.

Sistem pengelompokan ini terintegrasi dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan bantuan pemerintah tersalurkan secara proporsional dan tepat sasaran.

Pemahaman mengenai cara mengecek posisi desil serta ciri-ciri indikatornya sangat penting bagi masyarakat yang ingin mengetahui kelayakan kepesertaan bansos.

 

Cara cek desil bansos secara online

Ilustrasi cek bansos
Sumber :
  • Pexels/Eren Li

Anda dapat mengetahui kategori desil keluarga secara mandiri melalui platform resmi Kemensos. Pengecekan dapat dilakukan secara praktis menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Kartu Tanda Penduduk (KTP) melalui dua cara berikut ini:

  1. Buka peramban di perangkat Anda, lalu akses laman resmi cek bansos kemensos. Masukkan data wilayah domisili hingga tingkat desa/kelurahan, ketik 16 digit NIK KTP, serta masukkan kode captcha yang tertera pada layar. Selanjutnya, klik tombol "Cari Data". Sistem akan menampilkan rincian data penerima beserta kategori desil keluarga.

  2. Unduh aplikasi "Cek Bansos" resmi Kemensos di Play Store atau App Store. Setelah membuat akun dan melakukan verifikasi identitas, masuk ke menu "Cek Bansos". Masukkan NIK KTP untuk melihat status kesejahteraan sosial serta jenis bantuan yang diterima.

 

Ciri-ciri penerima bansos berdasarkan desil

Ilustrasi penerima bansos
Sumber :
  • Pexels/Speak Media Uganda

Pengelompokan desil membagi masyarakat ke dalam sepuluh tingkatan, dari 10 persen terendah hingga 10 persen tertinggi. Berikut ciri-ciri kondisi sosial ekonomi masyarakat pada kelompok desil yang berpotensi menerima bansos.

  • Desil 1 (Sangat Miskin): Kelompok ini merupakan 10 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Ciri utamanya adalah tidak memiliki pekerjaan tetap, pendapatan sangat tidak menentu, serta kesulitan memenuhi kebutuhan pokok harian. Rumah tangga Desil 1 menjadi prioritas utama penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

  • Desil 2 (Miskin): Masyarakat pada kelompok ini memiliki penghasilan rendah dan tidak memiliki tabungan ekonomi. Mereka sangat rentan terhadap inflasi dan fluktuasi harga bahan pangan dasar. Kelompok ini menjadi sasaran prioritas PKH dan BPNT.

  • Desil 3 (Hampir Miskin): Memiliki pendapatan relatif stabil namun rawan jatuh miskin jika menghadapi krisis keuangan, seperti pemutusan hubungan kerja atau sakit berat. Kelompok ini tetap diakomodasi dalam PKH dan BPNT.

  • Desil 4 (Rentan Miskin): Kebutuhan harian terpenuhi, tetapi ketahanan finansial masih terbatas. Kelompok Desil 1 hingga 4 secara umum menjadi kuota utama penerima PKH dan BPNT.

  • Desil 5 (Pas-pasan): Memiliki tingkat kesejahteraan mendekati kelas menengah. Kelompok Desil 5 berpeluang diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) serta program pemberdayaan ekonomi.

Sementara itu, kelompok Desil 6 hingga 10 tergolong masyarakat berkecukupan sehingga tidak menjadi sasaran bansos.

Penting diketahui bahwa masuk dalam Desil 1-5 tidak menjamin bantuan otomatis cair, karena tetap memerlukan verifikasi lapangan dan pemenuhan kuota.

Jika status desil tidak sesuai dengan kondisi riil, masyarakat dapat mengajukan pembaruan data melalui kantor kelurahan atau fitur usul-sanggah di aplikasi Cek Bansos. (ism)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:44
09:08
08:51
10:28
08:01
08:09

Viral