news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDIP, Sonny T. Danaparamita.
Sumber :
  • Istimewa

Legislator PDIP Sorot Permasalahan Data Terkait Klaim Capaian Program Swasembada Pangan

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDIP, Sonny T. Danaparamita turut mengapresiasi capaian produksi beras nasional yang menembus 34,71 juta ton pada 2025.
Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:54 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDIP, Sonny T. Danaparamita turut mengapresiasi capaian produksi beras nasional yang menembus 34,71 juta ton pada 2025. 

Meski demikian, Sonny mengingatkan bahwa surplus agregat nasional acap kali menutupi krisis di tingkat lokal mengingat konsentrasi produksi padi masih tersentralisasi di Pulau Jawa berdampak kerentanan distribusi sehingga daerah di luar lumbung utama terbilang rawan mengalami gejolak harga akibat minimnya pasokan.

Tak hanya itu, Sonny turut menyorot data klaim pemerintah terkait capaian komoditas lainnya seperti jagung, gula konsumsi, ayam ras, telur ayam ras, cabai besar, cabai rawit, dan bawang yang diminta untuk kembali diuji.

Ia meminta para pimpinan lembaga dan pembantu presiden untuk dapat memberikan dapat riil dan faktual sebelum diberikan kepada pimpinan tertinggi.

“Capaian tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo Subiyanto dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2026. Saya meminta agar para pembantu Presiden dalam melaporkan hasil kinerjanya bisa lebih obyektif dan komprehensif agar berbagai tantangan ke depan dapat disusun antisipasinya. Jangan menjebak Presiden dengan laporan yang sekadar di atas kertas,” kata Sonny kepada awak media, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Selain itu, Sonny turut memaparkan pasokan cabai dan bawang merah yang diklaim 100 persen dari panen lokal.

Ia menyebut adanya tata kelola logistik yang rapuh hingga berdampak menurunnya nilai komoditas tersebut di tingkat petani.

“Lumpuhnya jalur distribusi logistik, seperti antrean berhari-hari di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, menyebabkan panen membusuk di jalan dan harganya anjlok. Tangisan petani di tengah kemacetan ini secara otomatis menggugurkan klaim swasembada yang hanya indah di atas kertas,” ungkap Sonny.

Sonny turut memberikan pandangannya pada sektor swasembada daging dan telur ayam ras yang juga dinilai rapuh.

Meski pemerintah membanggakan nihilnya impor produk akhir, operasional di sisi hulu nyatanya masih sangat bergantung pada impor pakan ternak, khususnya bungkil kedelai yang mencapai jutaan ton pada 2025.

Kondisi ini dinilai menyandera nasib peternak pada fluktuasi nilai tukar rupiah dan dinamika pasar global. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:44
09:08
08:51
10:28
08:01
08:09

Viral