news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi tsunami.
Sumber :
  • Pexels/GEORGE DESIPRIS

Apakah Terjadi Tsunami saat Gempa NTT 15 Agustus 2026? Ini Penjelasan Resmi BMKG

Apakah sempat terjadi tsunami saat gempa di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) M 7,7 yang terjadi pada Sabtu tanggal 15 Agustus 2026? Ini penjelasannya.
Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:29 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa bumi kuat pada Sabtu (15/8/2026).

Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut mengguncang wilayah Flores pada Sabtu pagi pukul 04.58 WIB.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun tvOnenews.com dari laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu malam pukul 22.04 WIB, tercatat sedikitnya 345 unit rumah warga mengalami kerusakan parah hingga ringan.

Viral Foto-foto kondisi setelah gempa di NTT
Sumber :
  • dok medsos @fujikaize

Sementara itu sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan. Data sementara yang diperbaharui BNPB pada 15 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB, terdapat 87 fasilitas pendidikan rusak, 18 unit fasilitas kesehatan, 5 unit tempat ibadah, 6 unit kantor, hingga sejumlah fasilitas umum lainnya.

Kekuatan guncangan yang sangat tinggi dan berpusat di laut ini secara otomatis memicu kekhawatiran masyarakat pesisir akan potensi bencana susulan yang jauh lebih mematikan, seperti tsunami.

Lantas, apakah sempat terjadi tsunami saat gempa NTT M 7,7 pada 15 Agustus 2026?

 

BMKG sempat membunyikan alarm peringatan dini tsunami

Viral foto-foto kondisi setelah gempa di NTT
Sumber :
  • dok medsos @fujikaize

Sesaat setelah gempa utama terjadi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lewat akun resmi X-nya sempat menginformasikan bahwa sejumlah tsunami sempat terjadi akibat gempa M 7,7 di Mbae, Nagekeo, NTT.

Dalam unggahannya di X pada 15 Agustus 2026 pukul 05.50 WIB, BMKG menginformasikan bahwa terdeteksi tsunami dengan ketinggian 0,19 meter, 0,36 meter, dan 0,17 meter di Sikka dan Labuan Bajo, NTT serta Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tak hanya itu, BMKG juga mendeteksi tsunami di sejumlah wilayah lainnya, seperti Kawapante, Flores Timur, Maurole, Bakalang, Baubau, Bulu Kumba, hingga Kolaka dengan ketinggian yang bervariasi mulai dari 0,23 meter hingga 0,94 meter.

 

BMKG resmi mencabut status peringatan tsunami

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, saat menyampaikan berakhirnya peringatan dini tsunami akibat gempa di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026).
Sumber :
  • Dok. BMKG

Setelah sejumlah peringatan dini tsunami yang dilaporkan, BMKG akhirnya resmi mencabut status tersebut, setelah tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan mebahayakan.

"BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak," kata Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama, seperti dikutip dari siaran pers resmi BMKG.

BMKG mencatat bahwa pergerakan sesar naik (thrust fault) menyebabkan guncangan kuat dan potensi tsunami.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:44
09:08
08:51
10:28
08:01
08:09

Viral