news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

BNPB Kerahkan Satu Unit Helikopter Pasca Gempa M 7,7 di NTT.
Sumber :
  • istimewa

Terkuak Alasan Provinsi NTT Rawan Terjadi Gempa Bumi, Ahli Ingatkan Perlu Bangunan Berstruktur Kuat sampai Edukasi Warga

Media sosial dihebohkan dengan adanya kabar gempa di NTT. Bukan sekali bahkan gempa buminya sudah terjadi berkali-kali sampai ratusan, kok bisa?.
Senin, 17 Agustus 2026 - 19:07 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com- Provinsi Nusa Tenggara Timur yang biasa disingkat NTT tengah dilanda gempa bumi. Puluhan orang tercatat menjadi korban dalam bencana alam tersebut.

Kabar gempa di NTT menjadi perhatian berbagai pihak dan dunia hingga viral di media sosial (Medsos). Info pertama yang tersiar gempa terjadi pada Sabtu (15/8) di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) berkekuatan magnitudo 7,7.

Berdasarkan data sementara BNPB pada Minggu (16/8), pukul 16.00 WIB, total jumlah korban meninggal dunia mencapai 53 orang. 

Diketahui sebaran korban teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo 1 orang dan Ende 2 orang. 

Bukan hanya korban meninggal, petugas gabungan juga mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka. 

Dengan total korban luka-luka mencapai 137 jiwa. Saat ini, korban luka sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun faskes darurat.

Kondisi rumah rusak berat di Provinsi NTT mencapai 1.543 unit, rusak sedang 328 unit, dan rusak ringan 532 unit. Sementara kerusakan pada fasilitas umum, seperti fasilitas pendidikan 87 unit, tempat ibadah 50 unit, kantor pemerintahan 76 unit dan sejumlah fasilitas umum lain.

Pasien RSUD Ruteng dievakuasi ke tempat terbuka saat gempa NTT.
Sumber :
  • tvOne/Jo Kenaru

Di sisi lain, BMKG Stasiun Geofisika melaporkan pada Sabtu (15/8) pukul 10.00 WITA, katanya jumlah gempa susulan pascagempa magnitudo 7,7 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai 111 kali.

“Informasi terbaru hingga pukul 10.00 WITA telah terjadi total 111 kali gempa bumi susulan,” kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tystama di Kupang, dalam antara. 

Dia mengatakan hingga pukul 10.00 WITA sudah ada 111 kali gempa susulan, aktivitas seismik tersebut masih bisa terus terjadi dengan magnitudo terakhir 3,8. 

Alasan Provinsi NTT Rawan Terjadi Gempa Bumi

Sehubungan dengan kabar gempa bumi di NTT, memunculkan pertanyaan besar, mengapa NTT mudah terjadi Gempa?.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, kemarin diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores.

Gereja di Manggarai Timur mengalami kerusakan pasca gempa
Sumber :
  • X @daryono_eq_talk

"Ini adalah mekanisme gempa yang diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam konferensi pers di Jakarta.

Ditambah penjelasan, anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia, Daryono dalam tayangan YouTube Liputan6, pada Minggu (16/8). Ia menyebut memang NTT berada di elemen sesar yang aktif. 

"ini dikenal sangat aktif terbentuk dari hujaman balik atau sebagai Flores Back-Arc Thrust dari pergerakan Lempeng Indo-Australia. Sehingga sesar ini menjadi ancaman permanen untuk kejadian kepadaan bumi di busur Bali, Lombok, NTT, NTB sampe wetar," katanya dikutip Senin (17/8). 

"jadi mengingat di wilayah Flores berada di jalur tektonik yang sangat aktif, sehingga upaya mitigasi, edukasi dan membangun bangunan yang strukturnya kuat dan belajar untuk selamat itu harus digalakkan di NTT karena kawasannya berdampingan dengan jalur sesar aktif," pesan Daryono sebagai anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI).

Sejarah Gempa Bumi di NTT 

Berdasarkan informasi yang dirangkum tvOnenews.com dari berbagai sumber, termasuk laman resmi BNPB. Ternyata gempa di NTT tidak hanya di tahun 2026, tetapi sudah pernah terjadi sejak 1896.

Singkatnya pada 18 April 1896, terjadi gempa merusak di Flores yang menewaskan sekitar 250 orang. 

Lalu pada 12 Desember 1992, terjadi gempa dahsyat M7,5–M7,8 mengguncang Maumere, Flores, memicu tsunami setinggi belasan hingga puluhan meter, menelan korban jiwa sekitar 2.500 orang, dan menghancurkan 90% bangunan lokal.

Disebutkan pada tahun itu, menjadi sejarah besar karena gempa bumi memicu tsunami besar yang merenggut ribuan nyawa dan meluluhlantakkan infrastruktur di Pulau Flores. 

Catatan resmi menyebutkan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia, ribuan lainnya luka-luka, serta puluhan ribu kehilangan tempat tinggal. Dalam sejarah, disebut-disebut peristiwa ini salah satu gempa yang paling mematikan sebelum era modern sistem peringatan dini tsunami dibangun.

Kemudian gempa kembali lagi pada 12 November 2004 dengan M7,5 yang mengguncang Kalabahi, Alor, menyebabkan 31 orang meninggal dan ratusan rumah rusak.

Terjadi kembali pada 14 Desember 2021: Gempa M7,5 berpusat di laut barat laut Larantuka memicu tsunami kecil dan memaksa ribuan warga mengungsi.

Terbarunya kemarin, pada 15 Agustus 2026, gempa kembali terjadi di Provinsi NTT bermagnitudo 7,7 mengguncang laut timur laut Nagekeo pada kedalaman 15 km, yang dinilai para ahli memiliki kemiripan mekanisme sumber dengan tragedi Flores 1992 dan sempat memicu peringatan dini tsunami.(klw)   

   

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

18:02
02:39
04:52
05:14
02:14
01:21

Viral