- YouTube Sekretariat Presiden
Mengenal Neeltje Deliana, Putri Papua Pembawa Baki Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81
tvOnenews.com - Nama Neeltje Deliana Insjowi Werimon menjadi perhatian dalam Upacara Penurunan Bendera Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.
Pelajar asal Papua tersebut dipercaya mengemban tugas sebagai pembawa baki bendera Merah Putih dalam Tim Paskibraka Tingkat Pusat Adil Makmur.
Penampilan Neeltje dalam prosesi kenegaraan itu sekaligus menjadi momen membanggakan bagi Papua.
Lantas, siapa sosok Neeltje Deliana yang dipercaya menjalankan tugas penting tersebut?
Profil Neeltje Deliana Insjowi Werimon
Neeltje Deliana Insjowi Werimon merupakan siswi SMA Negeri 8 Jayapura, Papua. Ia lahir di Jayapura pada 15 Mei 2010 dan dikenal dengan sapaan Nel.
Neeltje menjadi salah satu dari dua pelajar yang mewakili Provinsi Papua sebagai Paskibraka Tingkat Pusat 2026. Satu wakil lainnya adalah Johanes Matius Paulus Rumsayor.
Keduanya telah ditetapkan sebagai dua dari 76 Paskibraka tingkat pusat yang mewakili 38 provinsi di Indonesia.
Nama Neeltje tercantum dalam daftar resmi calon Paskibraka 2026 yang diumumkan BPIP pada Juni lalu.
Biodata singkat Neeltje Deliana:
Nama: Neeltje Deliana Insjowi Werimon
Nama panggilan: Nel
Tempat, tanggal lahir: Jayapura, 15 Mei 2010
Asal: Papua
Sekolah: SMA Negeri 8 Jayapura
Provinsi yang diwakili: Papua
Orang tua: Aiwoisendin Hendrik Werimon dan Steffi Edithya Florence Awom
Tugas: Pembawa baki pada Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI
Tim: Paskibraka Tingkat Pusat Adil Makmur
Pernah Menjabat Ketua OSIS
Sebelum terpilih menjadi Paskibraka tingkat pusat, Neeltje disebut telah memiliki pengalaman dalam kegiatan organisasi di lingkungan sekolah.
Ia pernah dipercaya menjadi Ketua OSIS di SMP YPJ Tembagapura.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari rekam jejak kepemimpinannya sejak masih duduk di bangku sekolah.
Bagi seorang pelajar, pengalaman sebagai pengurus OSIS bukan hanya berkaitan dengan kegiatan sekolah.
Tanggung jawab tersebut juga menuntut kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, mengatur kegiatan, serta memimpin teman-teman sebaya.
Neeltje kemudian melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri 8 Jayapura.
Hal lain yang turut menarik perhatian dari perjalanan pendidikan Neeltje adalah pengalamannya berada di luar negeri.
Berdasarkan informasi yang beredar, Neeltje sempat menempuh pendidikan di Amerika Serikat sebelum kembali ke Papua dan melanjutkan sekolah di SMA Negeri 8 Jayapura.
Pengalaman tersebut membuat perjalanan pendidikannya cukup beragam.
Namun, informasi mengenai sekolah dan periode pendidikan Neeltje di Amerika Serikat belum banyak dipublikasikan oleh sumber resmi, sehingga detail mengenai masa pendidikannya di sana masih terbatas.
Terpilihnya Neeltje sebagai Paskibraka tingkat pusat bukan proses yang singkat. Ia harus melewati rangkaian seleksi secara bertahap dari daerah hingga tingkat pusat.
BPIP mencatat terdapat 119.441 peserta yang mendaftar dalam seleksi Paskibraka 2026 melalui aplikasi Transparansi Paskibraka.
Dari jumlah tersebut, akhirnya ditetapkan 76 pelajar untuk menjadi Paskibraka tingkat pusat, masing-masing dua orang dari 38 provinsi.
Tahapan seleksi dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga verifikasi tingkat pusat.
Pada proses seleksi, peserta dinilai dari sejumlah aspek, termasuk administrasi, kesehatan, pembinaan ideologi Pancasila, inteligensia umum, kemampuan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), kesamaptaan, dan kepribadian.
Untuk verifikasi tingkat pusat, penilaian mencakup kesehatan, parade dan PBB, kepribadian, minat dan bakat, serta wawancara.
Sebanyak 220 peserta dari 38 provinsi mengikuti verifikasi pusat di Jakarta pada 15-19 Juni 2026 sebelum akhirnya terpilih 76 nama.
Dengan demikian, keberhasilan Neeltje menunjukkan bahwa dirinya mampu melewati persaingan yang sangat ketat sebelum akhirnya dipercaya membawa nama Papua di tingkat nasional.
Puncak perjalanan Neeltje sebagai Paskibraka 2026 terjadi pada 17 Agustus 2026.
Dalam Upacara Penurunan Bendera di Istana Merdeka, ia dipercaya mengisi posisi pembawa baki dalam Tim Adil Makmur.
Pembawa baki memiliki peran penting dalam prosesi karena bertugas membawa baki yang digunakan dalam rangkaian penyerahan Bendera Merah Putih setelah bendera diturunkan.
Posisi tersebut membutuhkan ketelitian, ketenangan, disiplin, serta kemampuan menjaga sikap selama berada di hadapan Presiden dan para tamu undangan.
Neeltje menjalankan tugas tersebut bersama anggota Paskibraka dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam formasi Tim Adil Makmur.
(tsy)