- Antara
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 14 Kg Ganja dari PNG, Tujuh WN Papua Nugini Kabur
Jayapura, tvOnenews.com - TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggagalkan upaya penyelundupan 14 kilogram ganja dari Papua Nugini (PNG) menuju Jayapura, Papua. Barang terlarang tersebut ditemukan setelah para penyelundup membuangnya ke laut ketika berusaha melarikan diri dari kejaran personel TNI AL.
Upaya penyelundupan itu terungkap di perairan Skouw Sae, wilayah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini. Komandan Komando Daerah Maritim (Danlantamal) X, Mayjen TNI Sugianto, mengatakan tujuh warga negara Papua Nugini (WN PNG) diduga membawa ganja menggunakan sebuah perahu motor.
Menurut Sugianto, para pelaku berusaha menghindari petugas dengan cara membuang karung yang berisi ganja ke laut. Setelah itu, mereka melarikan diri menggunakan perahu dan kembali menuju perairan Papua Nugini.
Tujuh WN PNG Kabur ke Perairan Negaranya
Sugianto menjelaskan, tujuh WN PNG tersebut menggunakan perahu motor yang dilengkapi mesin berkekuatan 40 tenaga kuda atau horsepower (HP).
Ketika mengetahui adanya personel TNI AL, mereka berupaya menghindari pengejaran. Para penyelundup kemudian membuang sejumlah karung yang berisi ganja ke laut sebelum melanjutkan pelarian.
"Seven PNG nationals used a motorboat with a 40-horsepower engine and tried to evade officers by throwing sacks containing marijuana into the sea," kata Sugianto, Selasa malam.
Personel TNI AL kemudian melakukan pengejaran terhadap perahu yang digunakan para penyelundup di perairan Skouw Sae.
Kejar-kejaran berlangsung hingga perahu tersebut kembali memasuki perairan Papua Nugini yang berbatasan langsung dengan wilayah Indonesia.
"A chase occurred in Skouw Sae waters before the motorboat carrying the PNG nationals returned to their country," ujar Sugianto.
Perahu Penyelundup Lebih Cepat
Dalam pengejaran tersebut, personel TNI AL menghadapi kendala dari sisi kecepatan kapal patroli. Perahu yang digunakan para penyelundup memiliki mesin berkekuatan 40 HP.
Sementara itu, kapal cepat yang digunakan Pos TNI AL Skouw Sae dalam patroli hanya dilengkapi mesin berkekuatan 15 HP.
Perbedaan kekuatan mesin tersebut membuat personel TNI AL kesulitan mengejar perahu yang digunakan tujuh WN PNG. Meski tidak berhasil menangkap para pelaku, petugas tetap berhasil mengamankan barang yang dibuang ke laut.