news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com

Airlangga Bantah Laporan AS soal Transshipment Scam: Jalur Batam-Bekasi Sudah Ada Sejak 1990

Pemerintah Indonesia membantah keras tudingan Amerika Serikat (AS) yang memasukkan Indonesia ke dalam jaringan shadow transshipment network atau jalur pengalihan barang yang diduga digunakan untuk menghindari tarif.
Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:02 WIB
Reporter:
Editor :

Namun, Airlangga menyebut produk plastic packaging yang dihasilkan industri Indonesia sebagian besar digunakan untuk kebutuhan domestik. Sebagian lainnya diekspor ke negara-negara sekitar, bukan diarahkan ke pasar Amerika Serikat.

“Dan kedua, plastik packaging-nya sebagian besar digunakan sendiri di dalam negeri ataupun diekspor ke sekitaran, tetapi bukan ke Amerika Serikat,” katanya.

Laporan pemerintah AS sendiri menyoroti dugaan modus pengiriman barang asal China melalui negara ketiga dengan tarif lebih rendah. Barang tersebut dapat menjalani proses terbatas seperti perakitan, penyelesaian, pengemasan ulang, pelabelan, atau perubahan dokumen sebelum diekspor ke AS dengan identitas asal yang berbeda.

Secara keseluruhan, sekitar 40 negara dimasukkan AS ke dalam apa yang disebut shadow transshipment network. Selain Indonesia, negara-negara Asia Tenggara yang turut disorot mencakup Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Filipina.

Airlangga meminta pelaku usaha dan masyarakat tidak bereaksi berlebihan terhadap laporan tersebut. Menurutnya, tudingan AS lebih banyak bertumpu pada asumsi dan belum menggambarkan kondisi faktual industri di Indonesia.

“Jadi kita tidak perlu khawatir dengan studi, namun kami juga tegaskan bahwa studi ini merupakan studi yang berdasarkan anggapan atau asumsi. Jadi apa yang terjadi sebetulnya tidak seperti apa yang mereka asumsikan,” pungkas Airlangga.(agr/raa)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:37
05:04
02:13
01:19
05:09
01:29

Viral