news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pengunjung mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Sumber :
  • ANTARA

IHSG Dibuka Menghijau Serupa Bursa Asia yang Menguat sementara Wall Street Anjlok

IHSG dibuka menguat 22 poin atau 0,35 persen di level 6.524 pada pembukaan perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026.
Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:10 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - IHSG dibuka menguat 22 poin atau 0,35 persen di level 6.524 pada pembukaan perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026.

Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi sideways atau mendatar pada perdagangan hari ini.

"IHSG berpotensi sideways di sekitar 6.450-6.500, dan jika break di atas 6.520, baru akan melanjutkan penguatan ke 7.300 middle term," kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 21 Agustus 2026.

Bursa Asia menguat pada Kamis kemarin, didukung rencana AS untuk membeli kembali surat utang jangka panjang guna menekan biaya pinjaman yang meningkatkan sentimen pasar.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,36 persen dan Topix menguat 1,18 persen Selain itu, Hang Seng Hong Kong naik 0,8 persen, Taiex Taiwan menguat 0,48 persen, Kospi Korea Selatan melesat 5,89 pereen, dan ASX 200 Australia bertambah 0,33 persen.

Sementara itu, Straits Times turun 0,39 persen dan FTSE Malaysia naik 0,31 persen. Di sisi lain, tingkat pengangguran Australia meningkat ke level tertinggi sejak akhir tahun 2021 pada Juli 2026.

Data Australian Bureau of Statistics (ABS) menunjukkan jumlah tenaga kerja bersih turun 15.800 orang pada bulan Juli dibandingkan bulan Juni 2026, lebih tinggi dibandingkan konsensus sekitar 15.000 orang.

Sedangkan, impor Jepang mencapai rekor bulanan pada bulan Juli 2026, karena tingginya harga minyak mendorong kenaikan biaya energi dan tekanan inflasi. Sementara ekspor juga naik ke rekor tertinggi berkat pelemahan yen dan kuatnya permintaan terkait semikonduktor.

Sementara itu, China mempertahankan suku bunga acuan pinjaman atau Loan Prime Rate (LPR) pada Agustus 2026. LPR tenor satu tahun di level 3,00 persen, sedangkan LPR tenor lima tahun tetap sebesar 3,50 persen.

"Support IHSG berada di level 6.450-6.500 sementara resist IHSG di rentang 6.520-6.600," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks utama Wall Street ditutup anjlok pada perdagangan Kamis kemarin, karena kenaikan yield obligasi Treasury mengurangi minat risiko. Sementara hasil kinerja yang mengecewakan dari retailer raksasa Walmart menurunkan sentimen investor terhadap sektor konsumen, dan lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,32 persen, S&P 500 turun 0,87 persen, dan Nasdaq Composite melemah 1,00 persen. Sektor consumer staples turun 1,93 persen dan mencatat persentase penurunan terbesar di antara sektor-sektor utama S&P 500, diikuti oleh sektor kesehatan yang turun 1,93 persen.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:09
02:10
01:03
02:12
01:47
17:32

Viral