Gegara Tumbler Rusak! Istri Anggota DPRD Bekasi Diduga Ancam Tutup Sekolah
Bekasi, tvOnenews.com - Sejumlah orang tua murid Unity School Galaxy, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, menyatakan keberatan terhadap isu perundungan yang mencuat di lingkungan sekolah.
Mereka menilai persoalan antara siswa seharusnya diselesaikan melalui mekanisme internal sekolah dan tidak perlu berkembang menjadi persoalan di luar lingkungan pendidikan.
Bentuk dukungan ditunjukkan para orang tua dengan membubuhkan tanda tangan pada sebuah spanduk yang dibentangkan di halaman sekolah. Mereka menyatakan tidak menemukan tindakan perundungan sebagaimana isu yang beredar.
Persoalan bermula dari laporan seorang orang tua yang menyebut anaknya mengalami perundungan setelah botol minumnya rusak.
Pihak sekolah kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kejadian tersebut, termasuk dengan melihat rekaman kamera pengawas atau CCTV.
Sejumlah orang tua yang diwawancarai menyebut hasil pemeriksaan sekolah tidak menunjukkan adanya tindakan perundungan.
Mereka menilai kejadian tersebut merupakan interaksi antarsiswa yang tidak memenuhi unsur perundungan.
Salah seorang orang tua bahkan mengaku pernah mengalami persoalan serupa dengan pihak yang sama beberapa tahun sebelumnya.
Ia menyebut anaknya pernah dituduh melakukan tindakan kekerasan terhadap teman, tetapi tuduhan tersebut menurutnya tidak terbukti.
Menurut dia, persoalan tersebut kemudian berdampak terhadap kondisi psikologis anaknya karena muncul pembicaraan di antara orang tua murid. Ia mengaku anaknya sempat dikucilkan oleh sejumlah teman setelah muncul tuduhan tersebut.
Orang tua lainnya menyoroti dampak meluas dari pemberitaan mengenai dugaan perundungan terhadap para siswa Unity School. Mereka khawatir munculnya citra negatif terhadap sekolah dapat memengaruhi psikologis siswa serta reputasi lulusan ketika melanjutkan pendidikan.
Seorang orang tua yang telah menyekolahkan anaknya di Unity School selama bertahun-tahun mengatakan isu tersebut turut membuat siswa khawatir mengenai keberlangsungan sekolah. Kekhawatiran muncul setelah beredar informasi mengenai kemungkinan pencabutan izin operasional sekolah.
Para orang tua juga mempertanyakan keterlibatan DPRD Kota Bekasi dalam persoalan tersebut. Mereka berharap persoalan antarsiswa dapat terlebih dahulu diselesaikan melalui komunikasi antara sekolah, siswa, dan orang tua sebelum dibawa ke ranah yang lebih luas.
Meski demikian, berbagai tudingan dalam kasus tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada seluruh pihak terkait. Pernyataan sejumlah orang tua murid dalam pemberitaan tersebut merupakan pandangan mereka berdasarkan informasi dan pengalaman yang mereka sampaikan.
Kasus dugaan perundungan di Unity School hingga kini masih bergulir dan menjadi perhatian sejumlah pihak. Pemeriksaan serta klarifikasi dari pihak sekolah, keluarga siswa yang melaporkan, DPRD Kota Bekasi, dan Dinas Pendidikan diperlukan untuk memastikan fakta kejadian secara utuh.