news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq.
Sumber :
  • dok. Unsoed

Rektor Unsoed Beli Tiga Bidang Tanah Hasil Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru, Begini Modusnya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Rektor Unsoed Akhmad Sodiq membeli tiga bidang tanah usai menerima gratifikasi melalui keponakannya, MYN alias Nono.
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:28 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq membeli tiga bidang tanah hasil korupsi penerimaan mahasiswa baru Unsoed.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Akhmad Sodiq membeli tanah usai menerima gratifikasi melalui keponakannya, MYN alias Nono.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengungkap kode-kode rahasia antara rektor Unsoed dan keponakannya tersebut.

Akhmad Sodiq memberikan perintah kepada MYN dalam masa penerimaan mahasiswa baru tahun 2025 dan 2026 dengan kode ‘jangan diminta di awal’, dan ‘jika dikasih bilang terima kasih’.

Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Akhmad Sodiq (kanan)
Sumber :
  • ANTARA

“Ini kode, arahan-arahan, atau perintah-perintah yang selalu digunakan oleh ASO (Akhmad Sodiq) selaku Rektor kepada MYN ketika ada pihak-pihak orang tua atau mahasiswa baru yang akan melakukan pengurusan di jalur mandiri,” kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Jumat (21/8/2026) malam.

Taufik mengatakan MYN selama 2025-2026 kemudian menerima uang dari pihak-pihak tersebut hingga Rp680 juta. 

Setelah itu, Sodiq memerintahkan MYN untuk membayar pembelian tiga bidang tanah. Aset tersebut kemudian diatasnamakan MYN, bukan Sodiq.

“Jadi, uang-uang yang didapatkan oleh MYN itu digunakan atas perintah ASO untuk membelikan aset berupa tanah,” katanya.

Dengan demikian, MYN berperan sebagai penerima sekaligus pengelola uang untuk kebutuhan Sodiq.

Kursi Mahasiswa Baru Unsoed Dijual Rp50-500 Juta

Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Banyumas, Jawa Tengah
Sumber :
  • dok. fmipa.unsoed.ac.id

Kursi mahasiswa baru Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) diperjualbelikan seharga Rp50-500 juta.

KPK menyebut proses penawaran "kursi" tersebut dilakukan guru yang bertugas sebagai pengepul atau koordinator lewat jalur mandiri Unsoed.

Achmad Taufik menjelaskan bahwa KPK menemukan peran guru yang bertugas menjadi pengepul siswa di sekolahnya.

"Ada beberapa kelompok siswa dari SMA yang kemudian dikoordinasikan oleh seorang guru," ungkapnya.

Achmad mengatakan, guru tersebut kemudian berkomunikasi dengan Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto alias ES.

"Guru ini kemudian kami temukan percakapan di WA (WhatsApp) dengan ES. Kemudian, ini ada tawar-menawar jumlah kuotanya dan terkait per orangnya atau kepalanya itu berapa," ungkapnya.

Berdasarkan percakapan yang ditemukan KPK, dia mengatakan harga satu "kursi" mahasiswa baru di Unsoed dipatok paling rendah Rp50 juta dan paling tinggi berkisar Rp500 juta.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:43
01:56
05:32
01:56
05:54
05:09

Viral