- istimewa
Pasukan Freefall Padamkan Karhutla Riau di Titik Sulit Terjangkau, Prabowo: Jangan Hanya untuk Upacara
Jakarta, tvOnenews.com – Presiden Prabowo Subianto apresiasi kemampuan pasukan penerjun bebas atau freefall TNI dimanfaatkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.
Pasukan tersebut disiapkan untuk diterjunkan langsung ke lokasi kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun helikopter.
Kabar tersebut disampaikan Pangdam Riau Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo saat berdialog dengan Prabowo mengenai strategi penanganan karhutla di Riau. Dialog tersebut ditayangkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (24/8/2026).
Dalam dialog tersebut, Agus menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) masih menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan potensi hujan di wilayah Riau. Namun, kondisi cuaca menjadi tantangan karena pengaruh angin muson dan fenomena El Nino.
“Awan potensi uap air kadang bagus, kemudian di bagian selatan agak sedikit berkurang. Jadi dengan perubahan adanya angin muson yang dari selatan Bapak Presiden, El Nino yang di sebelah kiri, potensi uap air yang dari arah Australia relatif lebih kering,” kata Agus.
Meski demikian, menurut Agus, masih terdapat peluang memaksimalkan OMC karena pada Agustus angin muson dari utara masih membawa sedikit uap air.
“Kita masih bersyukur di bulan Agustus itu angin muson masih ada sedikit yang dari utara membawa uap air, itu yang kita maksimalkan untuk OMC,” ujarnya.
Selain mengandalkan OMC dan pemadaman dari udara, TNI menyiapkan strategi khusus untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit diakses. Agus melaporkan telah dibentuk tim Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) yang diinisiasi Panglima TNI.
“Kemudian Bapak Presiden kami laporkan, kami juga sudah dibentuk tim PRCPB yang diinisiasi oleh Bapak Panglima TNI. Kami sudah siapkan penerjun-penerjun terbaik untuk melaksanakan freefall di daerah-daerah tertentu untuk bisa secara langsung on the spot memadamkan api,” kata Agus.
Kemampuan pasukan tersebut dirancang untuk menghadapi medan yang sulit dijangkau. Selain freefall, pasukan juga dapat melakukan rappelling dan fast roping dari helikopter. Mereka juga memiliki opsi menggunakan paramotor untuk menjangkau lokasi tertentu.