- istimewa
Pasukan Freefall Padamkan Karhutla Riau di Titik Sulit Terjangkau, Prabowo: Jangan Hanya untuk Upacara
“Rappelling dengan fast roping, siap. Paramotor juga bisa,” ujar Agus.
Prabowo kemudian menekankan pentingnya kejelasan lokasi hotspot agar pengerahan pasukan dapat dilakukan secara presisi. Menurutnya, tim harus diarahkan ke titik panas atau titik api terdekat, terutama lokasi yang tidak dapat dijangkau dengan cara biasa.
“Jadi saya minta titik panasnya itu, hotspot-nya sudah jelas ya?” tanya Prabowo.
“Siap,” jawab Agus.
Prabowo juga memastikan aspek keselamatan pasukan yang diterjunkan langsung ke lokasi. Ia meminta seluruh personel yang berada paling dekat dengan titik api maupun hotspot menggunakan alat pelindung diri (APD).
“Jadi tim yang terdekat sama titik api atau titik panas harus pakai APD. Tim freefall pake APD gak?” tanya Prabowo.
“Pakai pak,” jawab Panglima TNI Agus Subiyanto.
“Pakai? Bisa ya?” kata Prabowo.
“Untuk membawa alatnya,” jawab Panglima TNI.
“Bawa alatnya? Oke oke. Bagus,” ujar Prabowo.
Prabowo kemudian meminta metode penerjunan tersebut tidak hanya menjadi kemampuan militer yang dipertontonkan dalam kegiatan seremonial. Ia ingin kemampuan freefall benar-benar dimanfaatkan untuk operasi kemanusiaan dan penanganan bencana.
“Kalau bisa itu dipraktikkan, saya minta didokumentasi ya. Jadi saya kira pertama kali kita lakukan dalam sejarah, bagus,” kata Prabowo.
“Jadi benar freefall jangan hanya untuk upacara aja, tapi ini sekarang kita pakai untuk bantu rakyat,” tegasnya.
Secara kumulatif, luas lahan yang terbakar di Riau sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai 16.277,50 hektare. Dari 521 firespot yang tercatat sepanjang periode tersebut, sebagian besar telah berhasil dipadamkan dan saat ini tersisa tujuh titik kebakaran dengan luas sekitar 900 hektare. (agr/aag)