news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menkes Budi Gunadi Sadikin Ajak Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional di Bidang Neurologi.
Sumber :
  • Istimewa

Menkes Budi Gunadi Sadikin Ajak Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional di Bidang Neurologi

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ikut menghadiri acara The 1st International King’s–EMC Neuroscience Masterclass & Symposium 2026, yang mempertemukan dokter dan ahli neurologi dari Indonesia serta sejumlah negara, termasuk para pakar dari King’s College London.
Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:54 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ikut menghadiri acara The 1st International King’s–EMC Neuroscience Masterclass & Symposium 2026, yang mempertemukan dokter dan ahli neurologi dari Indonesia serta sejumlah negara, termasuk para pakar dari King’s College London.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi akademik antara EMC Healthcare dan King’s College London yang telah berlangsung selama tiga tahun.

Kolaborasi yang sebelumnya berfokus pada pengembangan kompetensi dokter dan tenaga kesehatan EMC Healthcare tersebut kini diperluas dengan melibatkan tenaga medis dari luar jaringan EMC.

Menkes Budi mengapresiasi atas acara kolaborasi semacam ini yang dapat mendorong lebih banyak dokter dan peneliti Indonesia untuk terhubung dengan para ahli di luar negeri.

Dengan begitu, terjadi pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang dapat mempercepat pemahaman mengenai penyakit saraf di Indonesia.

“Saya berharap bisa menstimulasi keinginan dokter-dokter di Indonesia dan peneliti Indonesia terkait penyakit neuro seperti ini untuk bisa berhubungan dengan teman-teman di luar negeri,” ujar Budi dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).

Budi berharap lewat acara simposium yang digelar EMC Healthcare dengan King's College London ini membuat pengetahuan yang dimiliki dokter Indonesia setara dengan lur negeri.

"Terpenting nantinya bisa mengakselerasi pemahaman teman-teman Indonesia terhadap penyakit ini setara dengan yang di luar negeri,” kata dia.

Pemerintah juga kini telah memperluas akses terhadap fasilitas diagnostik, yang salah satunya melalui pengembangan layanan CT scan di 514 kabupaten dan kota.

Sekaligus Pemerintah telah menyiapkan cath lab serta meningkatkan kompetensi dokter untuk menangani kasus stroke dan gangguan neurovaskular yang lebih kompleks.

Namun, Budi menilai tantangan berikutnya adalah penyakit seperti Alzheimer dan demensia yang hingga kini masih menyimpan banyak pertanyaan ilmiah.

“Karena itu, penelitian dan pengembangan teknologi untuk mendeteksi penyakit otak secara lebih dini menjadi penting. Saya harap dengan adanya pengembangan teknologi diagnostik, biomarker, genomik, kecerdasan buatan, hingga bioteknologi,” tegasnya.

Sementara, CEO EMC Healthcare Jusup Halimi menambahkan kolaborasi ini memang berawal dari perhatian terhadap masih banyaknya kasus Parkinson’s disease dan movement disorder yang terlambat didiagnosis.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:39
01:39
01:10
02:04
08:43
06:57

Viral