news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Buntut Video Budi Arie Singgung Pemilu Dipercepat, Projo Angkat Bicara: Bukan Video Utuh.
Sumber :
  • istimewa

Video Pernyataan Budi Arie Viral, PSI Angkat Bicara, Pengamat Singgung Jokowi: Tak Ada Perubahan Rawut Wajah

Ihwal viralnya potongan video Budi Arie berspekulasi konstelasi ke depan bisa bergerak cepat. Bahkan dia menyeletuk ke Jokowi, politik tidak akan sampai 2029
Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:04 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ihwal viralnya potongan video Budi Arie berspekulasi konstelasi ke depan bisa bergerak sangat cepat. Bahkan dia sempat menyeletuk ke Jokowi, politik tidak akan sampai 2029 dan bisa mengalami percepatan. Sontak, menuai komentar dari publik hingga membuat PSI angkat bicara hingga Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga berkomentar.

Dalam hal ini, Ketua DPP PSI, Bestari Barus, mencium adanya niat licik di balik narasi Budi Arie.

Menurutnya, pernyataan itu adalah upaya murahan untuk membenturkan dua tokoh sentral bangsa, Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

"Ini orang yang ingin mengadu domba antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo. Kalau mau bilang Projo siap, silakan bergerak sendiri. Kenapa harus menunggu ada Pak Jokowi baru bicara begitu?" ucap Bestari, Selasa (25/8/2026).

Bestari bahkan menyoroti bahasa tubuh Jokowi dalam video tersebut yang dinilainya sangat tidak nyaman mendengarkan celotehan Budi Arie.

Ia menyindir telak rekam jejak Budi Arie, menyebut manuver ini hanyalah upaya mencari "bargaining politik receh" setelah sebelumnya ditolak masuk oleh Partai Gerindra dan ditolak keras oleh PSI.

"Untuk bargaining kecil mungkin, ya. Kalau bargaining besar kan enggak mungkin. Orang sudah pernah dipecat jadi menteri, apa segala macam. Ada apa? Anda siapa?" ucapnya.

Sementara, Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menyoroti sikap Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang terdiam saat Ketua Umum Projo Budi Arie menyinggung potensi jatuhnya pemerintahan Prabowo Subianto. 

Jamiluddin menilai, ucapan Budi Arie yang meminta loyalis Jokowi bersiap menghadapi skenario tersebut sangat mengejutkan secara politis. Terlebih, pernyataan itu dilontarkan langsung di hadapan Jokowi.

"Ketua Umum Projo Budi Arie saat bersebelahan dengan Joko Widodo menegaskan ada potensi pemerintahan Prabowo Subianto tidak sampai 2029. Untuk itu, Budi Arie meminta loyalis Jokowi untuk bersiap," ucap Jamiluddin kepada awak media, seperti dikutip pada Selasa (25/8/2026).

Menurut Jamiluddin, Budi Arie seharusnya bertindak untuk meredakan persoalan dan menjaga keutuhan pemerintahan saat ini.

Keberadaan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden dinilai mengharuskan Budi Arie bersikap suportif.

"Pernyataan itu tak seharusnya keluar dari Budi Arie karena Gibran Rakabuming Raka masih mendampingi Prabowo sebagai Wakil Presiden. Sebagai satu paket, seharusnya Budi Arie meminta loyalis Jokowi untuk menjaga Prabowo-Gibran bertahan hingga 2029," ucapnya.

Lebih lanjut, Jamiluddin mempertanyakan respons Jokowi yang berada di lokasi kejadian namun tidak meluruskan ucapan tersebut. Sikap diam Jokowi ini dinilai seolah mengaminkan pernyataan Budi Arie.

"Menariknya, pernyataan Budi Arie itu disampaikan saat disebelahnya ada Jokowi yang duduk tenang. Saat Budi menyampailan hal itu, tidak ada kesan perubahan rawut wajah Jokowi," ungkap Jamiluddin.

Tidak adanya bantahan dari Jokowi, menurut Jamiluddin, pada akhirnya membuka ruang bagi publik untuk meragukan keharmonisan transisi pemerintahan.

Ia menduga hubungan baik yang selama ini dipertontonkan bisa saja tidak sesuai dengan kenyataan.

"Kalau demikian halnya, maka hubungan Prabowo-Jokowi selama ini dikesankan baik-baiknya, bisa jadi hanya palsu. Hubungan keduanya terkesan baik hanya tampak pada panggung depan," pungkasnya. (aag)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:01
02:16
01:22
22:18
03:49
05:11

Viral