news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

ILUSTRASI - Jasad.
Sumber :
  • Wildan-tvOnenews.com

DPO Kasus Narkotika Tewas Usai Terlibat Baku Tembak di Lampung, Tiga Polisi Terluka

DPO kasus narkotika tewas usai terlibat baku tembak dengan polisi di Lampung Utara. Sementara itu, tiga anggota kepolisian terluka. 
Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:35 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pria berinisial PHP (30) yang masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus narkotika tewas usai terlibat baku tembak dengan polisi di Lampung Utara. Dari peristiwa ini, tiga anggota kepolisian terluka. 

Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari mengatakan mengonfirmasi hal itu.

Dia mengatakan peristiwa tersebut terjadi di Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi.

"Benar. Terjadi penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan senjata api di wilayah Lampung Utara. Dalam proses penindakan tersebut terjadi perlawanan menggunakan senjata api sehingga anggota melakukan tindakan tegas dan terukur," ujarnya, Selasa (25/8/2026). 

Yuni memaparkan pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat soal dugaan penyalahgunaan senjata api.

Penyisiran pun dilakukan dan mendapati adanya kegiatan hiburan musik di TKP atau kawasan Muara Jaya.

Saat petugas hendak melakukan pengamanan, PHP disebut-sebut melakukan perlawanan dengan menembakkan senjata api ke arah petugas. Baku tembak pun terjadi. 

"Dalam kejadian tersebut, PHP tewas setelah terlibat baku tembak dengan petugas. Sementara itu, tiga anggota polisi mengalami luka," terangnya. 

Tiga anggota polisi yang terluka, yakni inisial AA yang mengalami luka tembak pada kaki kanan, AAC mengalami luka gores pada pelipis dan BA mengalami luka tembak pada bagian perut.

Dari kasus ini, satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver berwarna krom dengan gagang cokelat.

Dua butir amunisi kaliber 9 milimeter dan tiga selongsong peluru pun turut diamankan. 

PHP merupakan DPO Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Utara. Selain itu, PHP juga diduga terkait dengan jaringan peredaran senjata api ilegal di wilayah tersebut.

"Saat ini penyidik masih mendalami keterkaitan PHP dengan jaringan lainnya. Kami akan mendalami asal-usul senjata api tersebut termasuk kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat," pungkasnya. (ant/nsi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:01
02:16
01:22
22:18
03:49
05:11

Viral