- Mayawana Persada.
Karhutla Melanda Dua Wilayah Kalbar, 170 Personel Dikerahkan Padamkan Api di Ketapang dan Kayong Utara
"Menghadapi musim kemarau dan El Niño, seluruh pintu kanal ditutup rapat guna mempertahankan cadangan air di dalam bentang lahan. Secara teknis, perusahaan menjaga Tinggi Muka Air (TMA) rata-rata pada kisaran 40 sentimeter untuk memastikan lahan tetap lembap tanpa menggenangi perakaran tanaman," jelas Agus.
Menurutnya, pemantauan tinggi muka air dilakukan menggunakan stasiun sensor telemetri otomatis atau level logger selama 24 jam.
Pengaturan tata kelola hidrologi tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko gambut mengering yang dapat meningkatkan potensi kebakaran hingga ke lapisan bawah permukaan tanah.
Revegetasi hingga Perlindungan Habitat Orangutan
Selain penanganan kebakaran, pemulihan ekosistem gambut juga menjadi bagian dari langkah jangka panjang.
Asisten Sustainability PT Mayawana Persada, Charia Salasari, mengatakan rehabilitasi dilakukan berdasarkan Dokumen Pemulihan Gambut yang telah diverifikasi. Salah satu kegiatannya berupa revegetasi menggunakan spesies pohon yang dinilai sesuai dengan karakteristik rawa gambut.
"Bibit dibudidayakan langsung di Revegetation Nursery internal di dalam kawasan hutan agar terbiasa dengan iklim setempat. Melalui pola tanam berjarak 5 x 5 meter dan evaluasi silvikultur berkala setiap enam bulan, tingkat keberhasilan tumbuh (survival rate) bibit revegetasi kami saat ini telah mencapai sekitar 80 persen," terang Charia.
Perusahaan juga mengusulkan peningkatan alokasi kawasan konservasi dalam revisi Rencana Kerja Usaha (RKU), dari sekitar 37.000 hektare menjadi 71.000 hektare.
Asisten Kepala (Askep) Sustainability, Muharjan, mengatakan penguatan kawasan konservasi juga berkaitan dengan perlindungan habitat satwa di Kalimantan Barat.
"Kawasan konservasi berkanopi rapat ini menjadi koridor jelajah yang aman bagi populasi orangutan (Pongo pygmaeus) dan satwa endemik Kalimantan lainnya sekaligus memberi jaminan kelestarian ekologis bagi masyarakat sekitar," pungkas Muharjan.
Penanganan karhutla di wilayah Ketapang dan Kayong Utara kini dilakukan dengan menggabungkan pemadaman di lapangan, pemantauan titik panas, pengelolaan air gambut, serta pelibatan masyarakat. Langkah tersebut menjadi penting untuk menekan risiko kebakaran meluas selama periode kemarau dan menjaga kawasan hutan dari dampak kebakaran. (cmi)