news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Syifa Aulia

Kejar Penerimaan Rp3.426 Triliun, Purbaya Bidik Wajib Pajak Makin Patuh pada 2027

Pemerintah menargetkan penerimaan negara Rp3.426 triliun pada 2027 dengan memperkuat kepatuhan pajak dan memperluas basis penerimaan.
Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah menyiapkan strategi untuk mengejar target penerimaan negara sebesar Rp3.426 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan memperkuat kepatuhan pajak sekaligus memperluas basis penerimaan untuk mencapai target tersebut.

Purbaya menyampaikan target itu dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI pada Kamis, 27 Agustus 2026. Menurutnya, penerimaan negara dalam RAPBN 2027 diproyeksikan tumbuh solid dibandingkan outlook 2026.

“State revenue in the 2027 RAPBN is projected to grow solidly to reach Rp3,426.0 trillion, or up 6.8 percent from the 2026 outlook, supported by stronger tax compliance and an expanded revenue base,” kata Purbaya.

Strategi meningkatkan penerimaan negara tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga RAPBN 2027 tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan.

Kepatuhan Pajak Jadi Andalan

Purbaya menempatkan peningkatan kepatuhan pajak sebagai salah satu faktor penting untuk mencapai target penerimaan negara tahun depan.

Selain mendorong masyarakat dan pelaku usaha semakin patuh terhadap kewajiban perpajakan, pemerintah juga akan memperluas basis penerimaan. Dengan demikian, peningkatan penerimaan tidak hanya mengandalkan sumber penerimaan yang telah ada.

Pemerintah juga akan tetap memperhatikan kualitas dan efisiensi belanja negara. Menurut Purbaya, pengelolaan penerimaan dan belanja harus berjalan beriringan untuk menjaga kondisi anggaran tetap sehat.

“Pemerintah akan terus menjaga RAPBN 2027 agar tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan melalui peningkatan penerimaan negara, perbaikan kualitas dan efisiensi belanja, serta pembiayaan anggaran yang inovatif dan prudent,” ujarnya.

Belanja Negara 2027 Capai Rp4.097,2 Triliun

Di sisi belanja, pemerintah merencanakan alokasi sebesar Rp4.097,2 triliun pada 2027. Angka tersebut meningkat 3,9 persen.

Belanja negara tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah.

Rinciannya:

  • Belanja Pemerintah Pusat: Rp3.362,2 triliun

  • Transfer ke Daerah: Rp735,0 triliun

Anggaran tersebut akan diarahkan untuk mendukung delapan klaster dalam Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).

Delapan klaster tersebut mencakup kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, penguatan ekonomi rakyat, serta pengentasan kemiskinan.

Pengalokasian belanja tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjalankan berbagai prioritas nasional pada 2027. Di tengah kenaikan belanja, pemerintah tetap menekankan pentingnya menjaga kualitas dan efisiensi penggunaan anggaran.

Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Selain target penerimaan dan belanja, pemerintah menetapkan sejumlah sasaran ekonomi dalam RAPBN 2027.

Pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 6 persen pada 2027. Sementara itu, pemerintah berupaya menjaga tingkat inflasi berada dalam kisaran 2,5 persen.

Target tersebut menjadi bagian dari kerangka kebijakan fiskal pemerintah untuk menjaga perekonomian sekaligus memastikan anggaran negara tetap kredibel dan berkelanjutan.

Dengan target penerimaan Rp3.426 triliun dan belanja Rp4.097,2 triliun, pemerintah akan melanjutkan pembahasan RAPBN 2027 bersama DPR RI.

RAPBN 2027 Dibahas lewat Empat Panja

Pembahasan RAPBN 2027 akan dilanjutkan melalui empat panitia kerja (Panja) di bawah Banggar DPR RI.

Empat Panja tersebut akan membahas sejumlah bagian penting dalam penyusunan anggaran negara. Pembahasan mencakup asumsi dasar yang menjadi landasan kebijakan fiskal, penerimaan, defisit, dan pembiayaan.

Selain itu, pembahasan juga mencakup Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan prioritas anggaran, kebijakan belanja pemerintah pusat, serta kebijakan transfer ke daerah.

Seluruh pembahasan tersebut dilakukan dalam rangka penyusunan RAPBN 2027.

Purbaya menegaskan, upaya mencapai target penerimaan negara tidak dapat dilepaskan dari strategi menjaga kualitas anggaran secara keseluruhan. Pemerintah akan menggabungkan peningkatan penerimaan melalui kepatuhan pajak dan perluasan basis penerimaan dengan pengelolaan belanja yang berkualitas dan efisien.

Dengan strategi tersebut, pemerintah menargetkan penerimaan negara dapat mencapai Rp3.426 triliun pada 2027, sementara belanja negara dialokasikan sebesar Rp4.097,2 triliun untuk mendukung berbagai program prioritas nasional. (ant/nsp)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral