news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

PT SGN Dorong Petani Terapkan Prinsip MBS untuk Jaga Kualitas Tebu.
Sumber :
  • tim tvOne

PT SGN Dorong Petani Terapkan Prinsip MBS untuk Jaga Kualitas Tebu

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) mendorong penerapan prinsip Manis, Bersih, dan Segar (MBS) dalam pengelolaan pasokan tebu, termasuk di Pabrik Gula (PG) Pradjekan, Bondowoso, Jawa Timur.
Rabu, 2 September 2026 - 10:11 WIB
Reporter:
Editor :

Surabaya, tvOnenews.com — Kualitas bahan baku menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil pengolahan gula. Karena itu, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) mendorong penerapan prinsip Manis, Bersih, dan Segar (MBS) dalam pengelolaan pasokan tebu, termasuk di Pabrik Gula (PG) Pradjekan, Bondowoso, Jawa Timur.

Penerapan prinsip MBS dilakukan sejak tebu berada di kebun hingga tiba di pabrik. Tebu diharapkan dipanen pada tingkat kemasakan yang sesuai, minim kotoran, serta segera dikirim setelah ditebang.

Bagi petani, kualitas tebu menjadi salah satu faktor yang menentukan hasil pengolahan dan rendemen. Tebu dengan tingkat kemasakan yang tepat, relatif bersih dari kotoran, dan tidak terlalu lama setelah ditebang dapat membantu menjaga kualitas bahan baku saat diproses di pabrik.

Kondisi bahan baku tersebut juga berkaitan dengan hasil yang diterima petani. Semakin baik kualitas tebu yang dipasok, semakin besar peluang diperolehnya rendemen dan hasil produksi yang optimal.

Di PG Pradjekan, pasokan tebu dari petani menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kegiatan produksi. Hubungan antara petani dan pengelola pabrik juga diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan serta meningkatkan efisiensi pengolahan.

"Petani harus terus menjaga kualitas tebunya. Tebu yang Manis, Bersih, dan Segar akan memberikan hasil yang lebih baik ketika masuk ke pabrik. Kami mengajak petani untuk mengirimkan tebu dengan mutu MBS ke PG milik PT SGN agar hasil yang diperoleh lebih maksimal. Dengan hasil yang baik, tentu harapannya pendapatan petani juga dapat meningkat," ujar Rolis Wikarsono, Ketua DPC APTRI PG Pradjekan.

Menurut Rolis, peningkatan kualitas tebu merupakan tanggung jawab bersama antara petani dan pengelola pabrik. Kualitas bahan baku tidak hanya berpengaruh terhadap proses pengolahan, tetapi juga berkaitan dengan hasil yang diperoleh petani.

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), yang menggunakan merek Sugar Co, merupakan subholding gula PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Perusahaan tersebut didirikan pada 17 Agustus 2021 berdasarkan Surat Menteri BUMN Nomor S-527/MBU/07/2021.

SGN mengonsolidasikan 42 pabrik gula yang tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sulawesi Selatan.

Ke-42 pabrik gula tersebut terdiri atas 36 pabrik gula milik Perkebunan Nusantara, dua pabrik gula milik PT PG Rajawali I, tiga pabrik gula milik PT PG Rajawali II, dan satu pabrik gula milik PT Candi Baru.

Perusahaan saat ini melakukan restrukturisasi dan transformasi bisnis gula, baik pada sektor pengolahan tebu atau off farm maupun pengembangan kemitraan budidaya atau on farm. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah hubungan kemitraan dengan petani tebu rakyat.

Penerapan prinsip Manis, Bersih, dan Segar menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas bahan baku tebu. Di tingkat petani, penerapan prinsip tersebut berkaitan dengan proses panen, kebersihan tebu, serta kecepatan pengiriman ke pabrik.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung efisiensi pengolahan gula sekaligus memperkuat hubungan antara pabrik dan petani dalam menghadapi kebutuhan industri gula nasional. (gol)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

13:37
01:04
01:37
04:59
06:02
01:14

Viral