news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menpar Widiyanti Putri Wardhana meninjau langsung Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB)..
Sumber :
  • Bakom RI

Pemerintah Rancang Pemulihan Desa Adat Sade Pascakebakaran, Menpar Dengar Keluhan Ibu-Ibu Penenun hingga Tokoh Desa

Guna membangkitkan kembali perekonomian warga Desa Adat Sade pascakebakaran, pemerintah menyerahkan bantuan alat tenun hingga menyiapkan realokasi tempat usaha sementara.
Rabu, 2 September 2026 - 21:35 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana membesuk Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pascakebakaran yang berdampak pada kehidupan masyarakat serta ekosistem pariwisata setempat.

Kunjungan Menpar dilakukan untuk memastikan proses penanganan darurat dan perancangan pemulihan berjalan terkoordinasi dengan tetap mempertahankan nilai budaya serta arsitektur tradisional Sasak.

Widiyanti menyampaikan empati mendalam kepada masyarakat terdampak dan atas terbakarnya wirisan bersejarah di Desa Adat Sade.

Ia menegaskan bahwa rumah adat di Sade bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang mencari nafkah dan identitas sejarah masyarakat Sasak.

"Hari ini saya datang ke Sade untuk hadir bersama masyarakat dan bertemu langsung dengan mereka, mulai dari ibu-ibu penenun hingga kepala desa. Saya ingin mendengar keluhan dan kebutuhan mereka," ujar Widiyanti saat berkunjung ke lokasi.

"Sebagian besar masyarakat Sade merupakan pelaku pariwisata yang selama ini menjaga tradisi sekaligus menjadi bagian penting dari wajah pariwisata Lombok," 

Berdasarkan data sementara dari Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, dan Tim Lapangan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok per 27 Agustus 2026, musibah ini berdampak pada 189 kepala keluarga dan 320 pelaku pariwisata.

Kerusakan fisik mencakup 75 unit rumah adat, 69 unit artshop, 8 unit lumbung alang, 1 unit menara pantau, 4 berugak sekenam, 6 berugak sakepat, 1 unit bale beleq (museum), serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Sebagai respons cepat pada masa tanggap darurat, Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Pemda, Poltekpar Lombok, BNPB, TNI/POLRI, dan PMI untuk menyalurkan bantuan logistik harian serta membuka dapur umum yang dibantu oleh mahasiswa Poltekpar Lombok.

Guna membangkitkan kembali perekonomian warga, pemerintah menyerahkan bantuan alat tenun bagi para ibu penenun dan menyiapkan realokasi tempat usaha sementara.

Selain itu, pendampingan psikologis berupa trauma healing diberikan kepada anak-anak terdampak, diselingi dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) SOP tanggap darurat bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Pemerintah juga merencanakan pembangunan museum sementara serta masjid guna menyambut peak season penyelenggaraan MotoGP di Mandalika.

Usai peninjauan, Widiyanti menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Forkopimda, serta pemangku kepentingan pariwisata.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyelaraskan langkah dan memperkuat sinergi agar proses pemulihan Desa Adat Sade dapat berlangsung secara terkoordinasi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang. (rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:28
02:43
05:51
04:43
02:08
01:14

Viral