- YIARI
DPR Sentil Kemenhut Buntut Orang Utan di Kalimantan Mati Gegara Hirup Asap Karhutla
Jakarta, tvOnenews.com - Satu orang utan bernama Sempurna di Kalimantan mati setelah berjuang dalam proses pemulihan akibat gangguan pernapasan.
Orangutan tersebut mengalami gangguan pernapasan akibat terlalu banyak terpapar asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Merespons hal ini, anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin mendesak Kementerian Kehutanan (Kemenhut) segera mengambil tindakan. Dia menyebut Kemenhut harus segera menyelesaikan masalah karhutla.
“Akibat kebakaran hutan di Kalimantan, asap yang begitu tebal mengakibatkan matinya orang utan yang menghirup udara penuh asap,” ujar Usman, Jumat (4/9).
“Kementerian Kehutanan harus segera mengatasi persoalan ini untuk menyelamatkan orang utan dari sengatan asap kebakaran hutan," tambahnya.
Usman menjelaskan, asap karhutla berdampak buruk terhadak kesehatan masyarakat maupun satwa liar.
“Harus dilakukan pemadaman total agar tidak ada asap lagi. Kementerian Kehutanan harus segera melakukan pemadaman karena dampak asap sangat membahayakan bagi kehidupan setiap makhluk yang menghirupnya,” jelas dia.
Usman menambahkan, pemerintah juga harus mengambil tindakan tegas dengan memberikan sanksi bagi pihak yang terbukti dengan sengaja membakar hutan dan lahan.
Sebelumnya, Orang utan bernama Sempurna ditemukan lemas di area hutan yang telah terbakar. Sempurna kemudian dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan IAR Indonesia (YIARI).
Sempurna kemudian diberikan penanganan medis setelah dievakuasi.
“Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,” kata Kepala BKSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane.
Namun sayangnya, nyawa Sempurna tidak bisa diselamatkan setelah mendapat perawatan. (saa/dpi)