- Istimewa
Kenaikan Tarif Ragunan Disepakati DPRD DKI Jakarta, Ini Alasannya
Selain itu, Kenneth juga membeberkan sejumlah catatan evaluasi kritis dari hasil inspeksi lapangan yang sempat dilakukannya.
Menurutnya penambahan pendapatan dari penyesuaian harga tiket masuk harus dialokasikan pada aspek-aspek vital, seperti perbaikan sanitasi, kebersihan toilet, hingga program pemuliaan satwa, serta kesejahteraan pegawai.
“Kondisi satwa harus tetap prima. Bahkan untuk satwa besar seperti gorila jantan yang saat ini belum memiliki pasangan, kita dorong agar ada skema pertukaran satwa antar kebun binatang agar bisa mendapatkan gorila betina sehingga mereka bisa berkembang biak dengan layak. Kesejahteraan pegawai dan petugas teknis di lapangan juga harus diperhatikan. Semua ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” ungkapnya.
Penambahan pemasukan yang diterima pengelola Ragunan dari penyesuaian harga tiket masuk juga dapat dimanfaatkan untuk menambah jumlah dokter hewan.
Kata Kenneth, jumlah dokter hewan di Taman Margasatwa Ragunan belum sebanding dengan jumlah satwa yang berjumlah lebih dari 2.200 satwa.
“Ada lebih dari 2.200 jumlah satwa di Taman Margasatwa Ragunan, tetapi jumlah dokter hewannya hanya berjumlah 8 orang, kan timpang sekali ini. Kalau penyesuaian tarif tiket masuk bisa menambah pemasukan, maka penambahan dokter hewan harus menjadi hal prioritas yang wajib dilakukan,” pungkasnya.(ant/raa)