- istimewa
Presiden Prabowo Turun Tangan Pantau Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto turut memantau dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap transportasi khususnya bagi sektor penerbangan.
Hal itu dikatakan Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi usai sejumlah penerbangan terdampak erupsi.
Dudy mengatakan Presiden hampir setiap saat meminta pembaruan informasi mengenai kondisi penerbangan sebagai dasar pengambilan langkah cepat guna menjaga keselamatan dan kelancaran layanan transportasi udara.
"Beliau concern, beliau hampir setiap saat meminta supaya di-update bagaimana kondisi penerbangan kita," katanya, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Dudy mengatakan Presiden memberikan instruksi agar seluruh pihak mengantisipasi setiap perkembangan situasi, mengingat kondisi sebaran abu vulkanik dan cuaca dapat berubah secara dinamis sehingga memerlukan pemantauan berkelanjutan.
"Instruksi Presiden sudah jelas bahwa kita harus mengantisipasi segala sesuatunya," ujar Menhub.
Adapun Menhub memantau secara langsung perkembangan dampak erupsi GAK terhadap operasional penerbangan dari pusat pemantauan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Dudy mengatakan pemantauan dilakukan melalui sejumlah layar monitor yang menampilkan kondisi terkini penyebaran abu vulkanik serta dampaknya terhadap aktivitas penerbangan di berbagai bandara.
Ia menyatakan sebanyak 1.558 penerbangan terdampak akibat penutupan delapan bandara imbas abu vulkanik GAK demi menjaga keselamatan operasional penerbangan.
Adapun delapan bandar udara yang dimaksud adalah Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung.
Selanjutnya Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam Sumsel.
Dampak tersebut mencakup penerbangan keberangkatan maupun kedatangan setelah pemerintah memutuskan memperpanjang penutupan sementara delapan bandara hingga pukul 24.00 WIB.
Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, pergerakan abu vulkanik GAK mengalami perubahan arah angin menuju timur dengan kecepatan lima knot pada ketinggian 15 ribu kaki.
Kondisi tersebut membuat Kementerian Perhubungan bersama BMKG, AirNav, pengelola bandara, dan pemangku kepentingan terkait terus melakukan evaluasi berkala terhadap perkembangan sebaran abu vulkanik.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan sekitar Selat Sunda, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas erupsi GAK.
Dalam keterangan di Jakarta, Minggu, Presiden meminta masyarakat untuk mengikuti seluruh arahan pemerintah dan petugas di lapangan serta tidak mendekati kawasan GAK.
Masyarakat juga diminta mematuhi aturan zona bahaya dan batas aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.
"Saudara-saudara kita yang berada di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan sekitar Selat Sunda, untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti seluruh arahan pemerintah dan petugas di lapangan, dan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dan patuhi sepenuhnya zona bahaya serta batas aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang," ujar Presiden Prabowo.
Presiden mengatakan pemerintah telah memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan menerima laporan serta informasi terkini dari jajaran terkait.
Ia juga telah meminta jajaran BNPB, BMKG, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, serta kementerian dan lembaga terkait untuk terus memantau perkembangan situasi.
Selain itu, seluruh unsur pemerintah diminta memastikan kesiapsiagaan berjalan dengan baik serta memberikan perlindungan dan bantuan yang diperlukan kepada masyarakat.(ant/raa)