- Badan Geologi KESDM
Gempa Vulkanik Anak Krakatau Masih Tinggi, Status Tetap Siaga III
Jakarta, tvOnenews.com - Aktivitas kegempaan di Gunung Anak Krakatau, Lampung, masih tinggi hingga Senin (7/9/2026) siang. Meski demikian, status gunung api tersebut masih berada pada level Siaga III.
Badan Geologi menjelaskan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau saat ini masih tinggi. Kondisi tersebut ditandai dengan masih terekamnya sejumlah gempa yang berasosiasi dengan aktivitas vulkanik di gunung api tersebut.
Aktivitas kegempaan yang masih berlangsung menunjukkan adanya potensi erupsi kembali. Badan Geologi menyebut erupsi Gunung Anak Krakatau dapat terjadi sewaktu-waktu.
Gempa Vulkanik Masih Terekam
Berdasarkan pemantauan Badan Geologi, sejumlah jenis gempa masih tercatat di Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).
Data tersebut merupakan hasil pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau pada periode pukul 06.00-12.00 WIB.
Dalam periode enam jam tersebut, tercatat beberapa jenis gempa yang menunjukkan aktivitas di dalam sistem gunung api masih berlangsung.
Hasil pemantauan mencatat:
-
17 kali gempa low frequency atau gempa berfrekuensi rendah.
-
23 kali gempa hybrid atau gempa fase banyak.
-
9 kali gempa tremor.
Gempa hybrid merupakan salah satu jenis kegempaan yang dapat mengindikasikan adanya rekahan batuan sekaligus pergerakan fluida di dalam sistem gunung api.
Sementara itu, gempa tremor mencerminkan adanya pergerakan fluida dalam sistem gunung api.
Dengan masih terekamnya berbagai jenis gempa tersebut, Badan Geologi menyatakan aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau masih tergolong tinggi.
Erupsi Bisa Terjadi Sewaktu-waktu
Badan Geologi menyebut aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih tinggi menjadi salah satu indikator bahwa erupsi masih dapat kembali terjadi.
Kondisi tersebut menjadi dasar dilakukannya pemantauan secara intensif terhadap perkembangan aktivitas gunung api.
"Pemantauan intensif terus dilakukan oleh Badan Geologi melalui Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau yang berada di Pasauran, Banten dan Kalianda, Lampung. Seluruh data hasil pemantauan dianalisis dan dievaluasi oleh para ahli gunungapi di Badan Geologi," jelas Badan Geologi dalam keterangannya.
Pemantauan dilakukan melalui pos pengamatan yang berada di dua lokasi, yakni Pasauran, Banten, dan Kalianda, Lampung.
Seluruh data yang diperoleh dari pemantauan tersebut kemudian dianalisis dan dievaluasi oleh para ahli gunung api di Badan Geologi untuk mengetahui perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Status Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga III
Meski aktivitas kegempaan masih tinggi, hingga periode pemantauan Senin siang status Gunung Anak Krakatau belum mengalami perubahan.
Gunung Anak Krakatau masih berada pada Status Siaga III.
Badan Geologi menyimpulkan aktivitas kegempaan gunung api tersebut masih tinggi berdasarkan data yang terekam selama periode pemantauan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.
Tingginya aktivitas tersebut terlihat dari masih munculnya gempa low frequency, gempa hybrid, dan gempa tremor.
Gempa low frequency tercatat sebanyak 17 kali. Kemudian gempa hybrid terekam sebanyak 23 kali, sedangkan gempa tremor tercatat sebanyak 9 kali.
Data tersebut menunjukkan aktivitas di dalam sistem Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Karena itu, pemantauan terhadap gunung api terus dilakukan secara intensif.
Badan Geologi juga menegaskan seluruh perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus dipantau dan dievaluasi berdasarkan data kegempaan serta aktivitas vulkanik yang terekam.
Hingga Senin (7/9/2026) siang, hasil pemantauan tersebut menjadi dasar bahwa aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau masih tinggi dan statusnya tetap Siaga III.