- tvOnenews.com/Wildan Mustofa
Tampang Sejoli ABG yang Kubur Bayi di Bandungan Semarang Diduga Beredar di Media Sosial, Identitasnya Terungkap
Semarang, tvOnenews.com - Pasangan sejoli ABG yang diduga membuang bayi mereka menimbulkan gelombang amarah publik. Tindakan tersebut terungkap setelah bayinya ditemukan terkubur di area perkebunan Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.
Penemuan bayi baru lahir yang meninggal dunia diduga sempat hidup. Namun bayi dari sejoli itu tewas akibat terindikasi karena aksi kekerasan.
Tampang sejoli tersebut mengundang rasa penasaran publik. Sebagian besar menemukan akun diduga milik pasangan ABG pembuang bayi di Bandungan, Semarang sehingga berujung viral di media sosial.
Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana mengungkapkan identitas sejoli itu. Mereka terdiri dari seorang laki-laki berinisial WAP (19) dan perempuan di bawah umur (17).
"Keduanya mempunyai hubungan pacaran," ujar Bodia, Senin (7/9/2026).
- Istimewa
Ia menuturkan, pihak perempuan yang diduga melahirkan bayi tersebut masih berusia 17 tahun. Adapun identitas laki-lakinya telah berusia 19 tahun.
Selain itu, sejoli tersebut, kata Bodia, masih seorang ABG yang baru lulus SMA. Identitas itu terungkap setelah keduanya ditangkap oleh pihak kepoolisian.
"Keduanya baru lulu sekolah. Yang perempuan itu masih di bawah umur 17 tahun, sedangkan laki-laki 19 tahun berinisial WAP," terangnya.
Sejoli tersebut berhasil diamankan oleh Sat Reskrim Polres Semarang dan Unit Reskrim Polsek Bandungan. Penangkapan itu berlangsung di wilayah Bandungan, Semarang pada Jumat (4/9/2026).
Sebelumnya diberitakan, Bodia menerangkan, bayi yang ditemukan tertutup daster dalam kondisi terkubur dilahirkan pada Selasa (1/9/2026). Sehari kemudian, bayi itu telah dikuburkan di area perkebunan Dusun Kropoh.
Peristiwa penguburan tersebut ditemani oleh kekasihnya. Hal ini membuat keduanya menuju area perkebunan pada 2 September 2026.
Tim medis RS Bhayangkara, Semarang telah memiliki hasil pemeriksaan. Bayi yang ditemukan sempat masih hidup setelah dilahirkan. Sayangnya ada dugaan kekerasan menjadi penyebab kematian hingga bayi itu dikubur.
Adapun awal mula kronologi penemuan mayat bayi tersebut berawal dari warga bernama Gendro Susanto (38). Kala itu Gendro tengah mencari rumput memenuhi kebutuhan pakan ternaknya.
Gendro menjadi saksi lantaran melihat adanya gundukan tanah yang masih baru. Karena curiga, ia pun menggali sebagian tanah itu.
"Saksi melihat adanya gundukan tanah yang terlihat masih baru. Merasa curiga, saksi menggali bagian tanah itu," bebernya.
Terkai waktu kelahirannya, polisi belum bisa memastikan hal tersebut. Bahkan pihak aparat juga masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut agar tidak keliru.
(hap)