news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tampang oknum guru SMAN 1 Pamanukan terduga pelaku pelecehan seksual.
Sumber :
  • Instagram @infojalurpantura_/@subang.info

Guru SMAN 1 Pamanukan Jadi Tersangka hingga Dicopot dari Jabatan Wakasek Kesiswaan

Selain ditetapkan tersangka, pelaku pencabulan tersebut juga telah dinonaktifkan sebagai guru matematika dan dari jabatan Wakasek kesiswaan di SMAN 1 Pamanukan.
Rabu, 9 September 2026 - 04:59 WIB
Reporter:
Editor :

Subang, tvOnenews.com - Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan sekaligus guru matematika SMAN 1 Pamanukan Subang berinisial AT resmi jadi tersangka dugaan kasus pelecehan seksual.

Hal itu diungkap langsung oleh Kanit PPA Satreskrim Polres Subang Aiptu Nenden Nurfatimah di Subang, Jawa Barat pada Selasa (8/9/2026).

Ia mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku selama 2 hari kemarin.

"Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, sore ini pelaku berinisial AT yang berprofesi sebagai guru dan juga merangkap Wakasek kesiswaan, telah kita tetapkan sebagai tersangka," kata Nenden.

Viral Ratusan Siswa SMAN 1 Pamanukan Subang Demo Terkait Dugaan Guru Cabuli Siswi
Sumber :
  • Instagram @subang.info

Pelaku Dinonaktifkan

Selain ditetapkan sebagai tersangka, pelaku pencabulan tersebut juga telah dinonaktifkan sebagai guru matematika dan dari jabatan Wakasek kesiswaan di SMAN 1 Pamanukan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto di Bandung pada Selasa (8/9/2026).

Ia mengatakan, penonaktifan dilakukan sebagai langkah awal sambil menunggu proses pemeriksaan dan pemberian sanksi disiplin terhadap yang bersangkutan.

"Yang bersangkutan dinonaktifkan dari jabatannya sebagai wakil kepala sekolah dan dinonaktifkan dari tugas mengajar. Jadi dia tidak boleh mengajar lagi," ujar Purwanto.

Chat Oknum Guru

Bukti percakapan oknum guru terduga pelecehan seksual di SMAN 1 Pamanukan
Sumber :
  • Instagram @infojalurpantura_

Sebelumnya, bukti chat oknum guru tersebut tersebar di media sosial. Isi percakapan guru dalam aplikasi WhatsApp tersebut dinilai tidak wajar.

Pasalnya, dalam chat tersebut oknum guru menyebut dirinya "ayah" karena telah menganggap sang siswi sebagai anak.

"(Nama korban) sekali lagi ayah minta maaf, ayah tahu (korban) marah sama ayah, sampai ayah ke rumah pun (korban) tidak mau keluar, ayah tahu ayah salah, ayah benar-benar menyesal. Ayah tidak mau ini menjadi masalah buat ayah dan (korban). Sekali lagi ayah minta maaf, ayah jujur, ayah saying sama (korban). Ayah tidak mungkin melakukan yang tidak-tidak sama (korban), ayah sudah menganggap (korban) seperti anak sendiri," isi chat pelaku terhadap salah satu korban.

“Maaf ayah ya. Maafkan ayah sayang,” tulisnya lagi.

"Kalau ayah salah atau enggak suka, (nama korban) lebih baik bilang atau tegur ayah. Ayah lebih senang seperti itu. Tidak usah ngomong sama orang lain, kita coba selesaikan bersama," tulisnya lagi.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:03
05:19
01:23
01:28
20:49
05:57

Viral