- Kemendikdasmen
Kemendikasmen Revitalisasi 1.487 Sekolah di NTT Pascagempa, SDN Mboeng Ditargetkan Tahun Ini
Secara keseluruhan, revitalisasi hingga 2026 menyasar 1.487 satuan pendidikan di NTT. Adapun pada tahun 2025, terdapat 580 satuan pendidikan yang menjadi sasaran revitalisasi.
“Pada 2026, jumlah satuan pendidikan yang mendapatkan program tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk 2026 ini jumlahnya lebih banyak. Anggaran mencapai Rp1,2 triliun,” ungkap Salim.
Revitalisasi diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi bangunan yang rusak, tetapi juga menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, sehat, dan mendukung proses belajar mengajar.
“Ketersediaan ruang kelas yang layak menjadi bagian penting dalam memastikan siswa dapat mengikuti pembelajaran tanpa harus berada dalam kondisi bangunan yang membahayakan,” ucapnya.
Selain aspek fisik, pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas pembelajaran.
Dengan demikian, revitalisasi sekolah tidak berhenti pada pembangunan atau perbaikan bangunan, tetapi diarahkan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan.
Kemendikdasmen juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini memberikan perhatian terhadap kondisi pendidikan di daerah, termasuk masyarakat yang ikut membantu pembangunan fasilitas sekolah melalui swadaya.
Salim menegaskan pemerintah berkomitmen untuk terus menghadirkan sekolah yang aman dan layak bagi seluruh peserta didik.
Upaya tersebut menjadi bagian dari agenda pemerataan akses pendidikan, terutama bagi siswa yang berada di wilayah dengan keterbatasan sarana dan prasarana.
“Termasuk pembelajaran yang bermutu, serta akses pendidikan yang merata,” jelas Salim.
Dengan adanya revitalisasi tersebut, SDN Mboeng diharapkan tidak lagi menghadapi persoalan ruang kelas rusak berat dan ruang belajar darurat.
Perbaikan fisik sekolah sekaligus diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan teknologi pembelajaran yang telah diberikan pemerintah. (ars/nsi)