- Antara
Pramono Targetkan 6.500 Km Kabel Semrawut Jakarta Diturunkan, Wajah Ibu Kota Bakal Berubah
Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan SJUT di sejumlah ruas jalan di Jakarta. Heru menyampaikan proyek tersebut mencakup delapan ruas jalan dengan total panjang pembangunan yang mencapai 16,9 kilometer.
“Jadi anggaran kami untuk membangun SJUT ini adalah 90 miliar di delapan ruas jalan, Pak,” ujar Heru.
Heru kemudian menjelaskan sejumlah lokasi yang menjadi bagian dari pembangunan SJUT tersebut. Ruas jalan yang ditangani berada di sejumlah kawasan utama Jakarta.
Adapun lokasi pembangunan SJUT yang disebutkan Heru meliputi:
-
MT Haryono
-
Gatot Subroto
-
Soepomo
-
Abdullah Syafei
-
Saharjo
-
Pemuda
-
Otista
-
Tebet Barat Dalam Raya
-
Matraman
-
Jatinegara
Heru menyebut pembangunan tersebut memiliki total panjang 16,9 kilometer dan dilakukan di jalan-jalan utama.
Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
Dalam pelaksanaan pembangunan SJUT, Dinas Bina Marga juga melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait. Salah satunya adalah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, terutama karena pekerjaan dilakukan di badan jalan.
Heru mengatakan, setiap kegiatan pembangunan yang berlangsung di badan jalan akan diikuti dengan rekayasa lalu lintas. Pengaturan tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama pekerjaan berlangsung.
“Jadi semua kegiatan kami yang ada di badan jalan kami lakukan rekayasa lalu lintas bersama Dinas Perhubungan,” jelas Heru.
Selain rekayasa lalu lintas, pemerintah juga menyiapkan pengaturan di lokasi pekerjaan. Informasi terkait kegiatan pembangunan turut disampaikan kepada masyarakat.
“Ya, tentunya ada pengaturan-pengaturan dan juga ada pres rilis yang disampaikan ke masyarakat,” ujarnya.
Menurut Heru, pengaturan tersebut diperlukan karena adanya aktivitas pembangunan di lokasi. Masyarakat di sekitar area pekerjaan juga perlu mendapatkan informasi mengenai kondisi jalan selama proyek berlangsung.
“Ya tentunya di lokasi ini ada kegiatan untuk menghindari jalan lain,” kata Heru.
Penataan melalui SJUT menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta mengurangi keberadaan kabel di permukaan jalan. Pramono menargetkan proses penurunan kabel tersebut dapat mencakup sekitar 6.500 kilometer dalam lima tahun.