news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung..
Sumber :
  • Antara

Pramono Targetkan 6.500 Km Kabel Semrawut Jakarta Diturunkan, Wajah Ibu Kota Bakal Berubah

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan 6.500 km kabel semrawut diturunkan dalam lima tahun melalui pembangunan SJUT.
Kamis, 10 September 2026 - 15:31 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan persoalan kabel-kabel yang semrawut di permukaan jalan Ibu Kota dapat ditangani dalam lima tahun ke depan. Penataan tersebut dilakukan melalui pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).

Pramono mengatakan, penurunan kabel dari permukaan menjadi salah satu rencana yang ingin diselesaikan selama masa lima tahun. Menurutnya, keberhasilan penataan kabel akan memberikan perubahan terhadap tampilan Jakarta.

Hal tersebut disampaikan Pramono saat meninjau pembangunan SJUT di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).

“Saya terus terang mem-planning-kan dalam lima tahun semua kabel-kabel yang ada di permukaan itu bisa diturunkan dan kalau itu bisa diturunkan maka wajah Jakarta pasti akan sangat berbeda,” kata Pramono.

Meski demikian, Pramono mengakui target tersebut bukan pekerjaan sederhana. Ia menyebut terdapat sekitar 6.500 kilometer jaringan kabel yang perlu ditangani di Jakarta.

“Apakah lima tahun itu bisa atau tidak? Karena memerlukan kurang lebih 6.500 km yang harus ditangani,” ujarnya.

Pembangunan SJUT Libatkan Swasta

Pramono menjelaskan, pembangunan SJUT tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga. Menurut dia, keterlibatan pihak swasta sangat diperlukan agar penataan jaringan utilitas tersebut dapat dilakukan secara bersama-sama.

Ia menyebut payung hukum terkait pembangunan SJUT sudah tersedia. Karena itu, pemerintah daerah berharap para pemangku kepentingan dapat ikut terlibat dalam proses penataan kabel di Ibu Kota.

“Keterlibatan swasta sangat diperlukan untuk ini secara bersama-sama karena payung hukumnya sudah ada,” kata Pramono.

Pramono juga menilai pembangunan SJUT memiliki potensi dari sisi bisnis. Dengan adanya peluang tersebut, ia berharap penurunan kabel tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama seluruh pemangku kepentingan di Jakarta.

“Kami meyakini secara bisnis juga menarik sehingga dengan demikian penurunan kabel ini bisa menjadi gerakan bersama yang dilakukan oleh seluruh stakeholder yang ada di Jakarta,” lanjutnya.

Anggaran SJUT Capai Rp90 Miliar

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menjelaskan anggaran pembangunan SJUT yang saat ini ditangani pemerintah mencapai Rp90 miliar.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan SJUT di sejumlah ruas jalan di Jakarta. Heru menyampaikan proyek tersebut mencakup delapan ruas jalan dengan total panjang pembangunan yang mencapai 16,9 kilometer.

“Jadi anggaran kami untuk membangun SJUT ini adalah 90 miliar di delapan ruas jalan, Pak,” ujar Heru.

Heru kemudian menjelaskan sejumlah lokasi yang menjadi bagian dari pembangunan SJUT tersebut. Ruas jalan yang ditangani berada di sejumlah kawasan utama Jakarta.

Adapun lokasi pembangunan SJUT yang disebutkan Heru meliputi:

  • MT Haryono

  • Gatot Subroto

  • Soepomo

  • Abdullah Syafei

  • Saharjo

  • Pemuda

  • Otista

  • Tebet Barat Dalam Raya

  • Matraman

  • Jatinegara

Heru menyebut pembangunan tersebut memiliki total panjang 16,9 kilometer dan dilakukan di jalan-jalan utama.

Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan

Dalam pelaksanaan pembangunan SJUT, Dinas Bina Marga juga melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait. Salah satunya adalah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, terutama karena pekerjaan dilakukan di badan jalan.

Heru mengatakan, setiap kegiatan pembangunan yang berlangsung di badan jalan akan diikuti dengan rekayasa lalu lintas. Pengaturan tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama pekerjaan berlangsung.

“Jadi semua kegiatan kami yang ada di badan jalan kami lakukan rekayasa lalu lintas bersama Dinas Perhubungan,” jelas Heru.

Selain rekayasa lalu lintas, pemerintah juga menyiapkan pengaturan di lokasi pekerjaan. Informasi terkait kegiatan pembangunan turut disampaikan kepada masyarakat.

“Ya, tentunya ada pengaturan-pengaturan dan juga ada pres rilis yang disampaikan ke masyarakat,” ujarnya.

Menurut Heru, pengaturan tersebut diperlukan karena adanya aktivitas pembangunan di lokasi. Masyarakat di sekitar area pekerjaan juga perlu mendapatkan informasi mengenai kondisi jalan selama proyek berlangsung.

“Ya tentunya di lokasi ini ada kegiatan untuk menghindari jalan lain,” kata Heru.

Penataan melalui SJUT menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta mengurangi keberadaan kabel di permukaan jalan. Pramono menargetkan proses penurunan kabel tersebut dapat mencakup sekitar 6.500 kilometer dalam lima tahun.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:08
01:04
01:23
01:18
01:28
04:46

Viral