- Kemendikdasmen
Revitalisasi SMPN 16 Medan Pascabanjir September 2025 Lalu Akhirnya Rampung, Mendikdasmen: Kegiatan Pembelajaran Sudah Berlangsung 100 Persen
Sebab, ketinggian air yang mencapai lebih dari satu meter menyebabkan sejumlah fasilitas dan barang sekolah rusak.
“Awal mula terjadi banjir pada bulan September tahun lalu, tinggi air hampir lebih dari satu meter terendam banjir, jadi banyak yang terdampak. Kebetulan pada hari itu hari libur, sehingga banyak barang-barang yang terkena banjir dan hanya beberapa yang bisa diselamatkan,” ujar Patar.
Setelah revitalisasi, Patar menuturkan perubahan paling terasa bagi guru adalah munculnya rasa aman ketika hujan turun.
Sebelum revitalisasi, hujan deras kerap menimbulkan kekhawatiran karena sekolah berpotensi kembali terendam.
Perubahan kondisi sekolah juga dirasakan langsung oleh salah seorang murid kelas VIII, Alifah Dzakiroh.
Ia mengatakan banjir membuat kondisi ruang kelas dan fasilitas belajar rusak, sehingga proses pembelajaran menjadi kurang nyaman dan kurang fokus.
“Sebelum mendapatkan renovasi dan saat terjadinya banjir, kelas kami seperti kursi dan meja-mejanya ada yang rusak, sudah hancur juga. Jadi kalau kami belajar itu kurang fokus dan kurang nyaman. Setelah mendapatkan revitalisasi dari Kemendikdasmen, kami lebih nyaman lagi untuk belajar dan lebih fokus,” ungkap Alifah. (ars/nsi)