- Ist
AI Makin Canggih, tapi Manusia Tetap Harus Cek Hasilnya
Jakarta, tvOnenews.com - Kemampuan kecerdasan buatan (AI) untuk menerjemahkan dan menghasilkan informasi semakin berkembang. Namun, pekerja tetap membutuhkan kemampuan bahasa Inggris untuk memastikan informasi yang diberikan teknologi tersebut benar dan sesuai konteks.
Executive Director for Southeast Asia Educational Testing Service (ETS) Pushkar Saran mengatakan penggunaan AI tidak cukup hanya dengan menerima jawaban yang dihasilkan.
“Pekerja tetap harus mengajukan pertanyaan yang tepat, memahami konteks, mengevaluasi akurasi, dan menentukan apakah respons tersebut sesuai,” ujar Pushkar.
Temuan TOEIC Global English Skills Report menunjukkan 97% pengambil keputusan HR di Indonesia menilai kemampuan menentukan akurasi informasi yang dihasilkan AI meningkatkan kebutuhan terhadap kemampuan bahasa Inggris.
Selain itu, 93% menilai kebutuhan menggunakan lebih banyak perangkat AI, termasuk yang menggunakan antarmuka atau input berbahasa Inggris, turut meningkatkan kebutuhan tersebut.
Sementara itu, 88% responden mengatakan integrasi AI meningkatkan kebutuhan kemampuan bahasa Inggris di tempat kerja, lebih tinggi dari angka global sebesar 81%.
Menurut Pushkar, AI dapat membantu menerjemahkan, membuat draf, maupun berlatih bahasa. Namun, teknologi tersebut belum menggantikan kemampuan manusia dalam memahami nuansa, menilai informasi, dan berkomunikasi secara efektif.
Karena itu, kemampuan yang dibutuhkan pekerja di era AI bukan hanya kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga berpikir kritis, berkomunikasi, beradaptasi, dan memiliki kemampuan untuk menilai apakah hasil AI dapat dipercaya.
“Pekerja yang paling kompetitif adalah mereka yang mampu menggabungkan kemampuan AI dengan judgment, komunikasi, dan keahlian profesional,” kata Pushkar.