news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kru Kapal tanker MT Mauhau milik Pertamina Patra Niaga menyerahkan korban MV Virgo Transport 8 kepada Basarnas..
Sumber :
  • Dok. Pertamina

Sebanyak 23 Armada dan 1.000 Personel Diterjunkan Basarnas dalam Pencarian Korban KM Virgo

Kapal Virgo Transport 8 yang membawa 243 orang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita.
Rabu, 16 September 2026 - 02:28 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Proses pencarian korban Kapal Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, masih terus dilakukan.

Demi mempercepat operasi pencarian, Basarnas pun mengerahkan 23 armada udara dan laut serta lebih dari 1.000 personel gabungan.

Hal itu diungkap langsung oleh Kepala Basarnas Mohammad Syafii di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9/2026) malam.

Ia mengatakan penguatan operasi dilakukan dengan memaksimalkan pencarian melalui udara dan di atas permukaan laut.

Kapal Virgo Transport 8 yang terbaalik di Laut Jawa.
Sumber :
  • Istimewa

“Kami tetap melibatkan unsur udara, unsur laut, dan seluruh personel yang bergabung. Kita akan memperkuat SAR udara dengan memaksimalkan SAR di atas permukaan laut,” kata Syafii. 

Ia menyebutkan unsur udara yang dikerahkan bertambah satu armada dibandingkan hari sebelumnya, dari lima menjadi enam armada, setelah pesawat Boeing TNI Angkatan Udara turut dilibatkan untuk memperluas jangkauan pencarian korban KM Virgo.

Enam unsur udara tersebut terdiri atas helikopter Basarnas HR 36012, helikopter AS-365 Mabes Polri, pesawat CN-235 TNI Angkatan Laut, helikopter Panther HS 1310 TNI Angkatan Laut, pesawat Cessna 208 Caravan BNPB, serta pesawat Boeing TNI Angkatan Udara.

Sementara itu, unsur laut yang terlibat mencapai 17 armada, meliputi KN SAR Laksmana 241 Banjarmasin, KN SAR Wisanggeni 236 Balikpapan, KN SAR Kamajaya 104 Makassar, KN SAR Permadi 249 Surabaya, Rigid Buoyancy Boat (RBB), KRI Nala, dan KRI Pulau Fani.

Armada laut lainnya terdiri atas KRI Canopus, KRI I Gusti Ngurah Rai, KP Laksmana 7012, KP Orca 06, KN Kunyit, KAL Kumai II, MV Haida, KM Cahaya Bahari Jaya, MT Mauhauw IX, serta TB Transcoal Pacific yang dikerahkan untuk mendukung pencarian di wilayah operasi.

Syafii mengatakan pelaksanaan operasi SAR dapat menyesuaikan kondisi di lapangan sehingga strategi pencarian tidak selalu berjalan persis sesuai rencana awal, terutama karena faktor cuaca dan dinamika wilayah operasi yang dapat mempengaruhi pergerakan armada.

Hingga Selasa (15/9) pukul 22.00 Wita, Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengonfirmasi sebanyak 114 korban ditemukan seluruhnya telah berhasil mendarat di Banjarmasin, terdiri atas 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia, sehingga masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:16
01:02
02:26
05:17
01:10
05:30

Viral