- Cepi Kurnia/tvOne
Ternyata Ini Alasan KDM Ajak Warga Jawa Barat Awasi Pembangunan Jalan
Jakarta, tvOnenews.com- Teruntuk warga Jawa Barat, KDM mengajak untuk mengawasi pembangunan jalan di Provinsi Jawa Barat. Hal ini bagian dari pengawasan infrastruktur dan anggaran pemerintah.
Pembangunan jalan di Jawa Barat menjadi salah satu yang difokuskan Dedi Mulyadi dalam meningkatkan mobilitas masyarakat. Peran warga Jawa Barat pun dianggapnya penting.
Dengan adanya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi, harapannya pembangunan yang dikerjakan benar-benar sesuai dengan perencanaan dan anggaran yang telah ditetapkan.
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
"Terus lakukan pengawasan terhadap pembangunan yang dilaksanakan di Jawa Barat. Infrastruktur yang merata di seluruh Provinsi Jawa Barat, perhatikan kualitas jalannya, perhatikan teknis pelaksanaannya, lihat papan pengumumannya,” ujarnya dalam laman Bapendajabar, Jumat (18/9).
Pasalnya, pembangunan infrastruktur yang dibangun, bagian atau bersumber dari kontribusi masyarakat melalui pembayaran pajak.
“Karena anggaran itu merupakan anggaran kita bersama, bersumber dari pajak yang dibayarkan oleh seluruh warga. Saya ucapkan terima kasih pajak kendaraan promotornya,” jelas KDM.
Alasan KDM mengajak warganyanmengawasi pembangunan infrastruktur, diharapkan apa yang dibangun atau tersedia manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Sehingga dia menekankan pentingnya menjaga fasilitas publik yang dibangun menggunakan anggaran bersama demi kepentingan generasi mendatang.
“Jagalah apa yang sudah ada agar bermanfaat bagi kepentingan anak cucu kita di masa depan,” pesan Dedi.
Peringatan untuk Perusahaan Semen
Sehubungan dengan pembangunan yang difokuskan Dedi Mulyadi di Jawa Barat. Dia mengingatkan agar Perusahaan Semen bisa menyesuaikan tonase kekuatan jalan dan kendaraan.
Apqbila tidak sesuai dengan kapasitas jalan, terdapat dua pilihan yang dapat dilakukan oleh perusahaan.
Menurutnya, perusahaan harus menyesuaikan tonase angkutan dengan kapasitas jalan. Konsekuensinya, jumlah material atau barang produksi yang diangkut harus dikurangi sesuai dengan kemampuan jalan.
“Satu, disesuaikan tonasenya dengan kapasitas jalan dan angkutannya diturunkan jumlah besaran barang material atau barang produksi yang dibawanya,” jelas Dedi.
Pilihan kedua, jalan digunakan untuk mendukung aktivitas industri dapat diserahkan kepada perusahaan untuk dibangun sendiri dengan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan operasional industri.
"yang kedua, jalan tersebut diserahkan kepada perusahaan untuk dibangun sendiri sesuai dengan spek yang dibutuhkan oleh industri,” katanya.