- Antara
BGN Ubah Sistem, Kepala SPPG Kini Wajib Ada di Dapur saat Jam Masak
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah sejumlah praktik dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN, Sudaryono mengatakan salah satu yang diubah yakni BGN koni mewajibkan kepala dapur berada di dapur saat proses memasak berlangsung.
Sudaryono mengatakan, perubahan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar dan menghasilkan makanan yang aman bagi penerima manfaat.
“Jadi yang kita lakukan di BGN sekarang ini adalah mengimplementasikan cara-cara yang berbeda. Yang tadinya kepala dapur itu tidak ada kewajiban ada di dapur di jam masak, sekarang kita wajibkan,” kata Sudaryono dikutip Jumat (18/9).
Dia menyebut aturan baru tersebut kini sudah diterapkan. Namun, BGN akan melakukan penertiban jika masih ditemukan kepala dapur yang belum menjalankan aturan tersebut.
Sudaryono menegaskan pelaksanaan MBG tidak sekadar menyediakan makanan dalam satu wadah, tetapi juga memastikan makanan yang diberikan aman untuk dikonsumsi.
“MBG ini tidak hanya sekadar menyediakan makan dalam satu ompreng, tapi makanan itu harus aman,” ujarnya.
Dia mengatakan, keamanan makanan harus didukung penerapan standar operasional prosedur (SOP) secara konsisten. Proses memasak, tingkat kematangan, hingga kesesuaian bahan baku harus diperhatikan.
“Supaya aman bagaimana? SOP-nya harus dijalankan, masaknya harus benar, matangnya harus benar, sesuai kaidah-kaidah dengan benar, bahan bakunya harus sesuai, dan lain sebagainya,” kata Sudaryono.
Sudaryono mengakui pengelolaan makanan dalam skala besar memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan memasak untuk kebutuhan pribadi. Sebab, dapur MBG harus menyiapkan makanan untuk ribuan orang setiap hari.
“Ini tidak simpel. Ya memang kelihatannya simpel, simpel kalau masak kita untuk diri kita sendiri. Ini masak untuk sekian ribu orang setiap hari,” ujarnya. (saa/dpi)