- Antara
Waduh, Bandung Diterpa 118 Kali Gempa, Begini Penjelasan Lengkap Ahli Bencana Indonesia
"Pola swarm harus dibaca berdasarkan data seismologi secara terus-menerus, bukan berdasarkan jumlah gempa semata," ungkapnya.
Maka kata Daryono, masyarakat tidak perlu mengaitkan setiap peningkatan aktivitas gempa swarm dengan kemungkinan terjadinya gempa besar.
"Yang terpenting adalah tetap waspada dan mengikuti informasi resmi," katanya.
Menurutnya, sikap kesiapsiagaan perlu mencakup potensi bahaya sekunder, seperti longsor.
Masyarakat di sekitar Pangalengan perlu terus mengikuti informasi resmi dan perkembangan aktivitas gempa dari BMKG.
Bahkan terdapat puluhan kali gempa di kawasan Pangalengan dan sekitarnya sejak Rabu (16/9), beberapa di antaranya dirasakan masyarakat.
Aktivitas gempa masih berlangsung hingga Kamis pagi, salah satunya gempa magnitudo 2,6 pada pukul 04.59 WIB yang berlokasi di darat sekitar 23 kilometer sebelah selatan Kabupaten Bandung dengan kedalaman tiga kilometer.(klw)