news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Video viral warga membubarkan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Rajeg, Kabupaten Tangerang.
Sumber :
  • Kolase Instagram/@mood.jakarta & Istimewa

Kronologi Ibadah Jemaat Gereja di Tangerang Dibubarkan Warga Bersajam, Kini Pelaku Minta Maaf hingga Berakhir Damai

Berikut kronologi peristiwa viral warga membawa sajam menghentikan kegiatan ibadah puluhan jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Rajeg, Tangerang.
Senin, 21 September 2026 - 21:54 WIB
Reporter:
Editor :

Tangerang, tvOnenews.com - Peristiwa warga menggeruduk kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Rumah Doa GKPI di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang memasuki babak baru.

Aji Cahyono Putra, warga yang viral membawa senjata tajam (sajam) saat membubarkan kegiatan ibadah jemaat GKPI muncul ke ruang publik. Ia menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa itu.

Gojil sapaan akrabnya mengaku khilaf. Ia tidak membantah sebagai sosok yang membawa sajam sehingga menimbulkan ketakutan bagi jemaat gereja yang sedang beribadah.

"Saya atas nama pribadi, Aji Cahyono Putra, saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada umat Kristen yang tadi crash di lapangan," ujar Aji alias Gojil dalam keterangan resminya, Senin (21/9/2026).

Selain meminta maaf, kericuhan penghentian kegiatan ibadah jemaat GKPI juga berakhir damai. Keberhasilan ini terjadi setelah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang bersama Kementerian Agama (Kemenag) memfasilitasi agenda mediasi.

Kronologi Ibadah Jemaat Gereja (GKPI) Dibubarkan Massa

Persoalan penghentian dan pembubaran aktivitas ibadah jemaat GKPI sebelumnya viral di media sosial. Aksi massa yang mendatangi sebuah rumah tinggal memicu gelombang amarah publik.

Peristiwa penghentian ibadah jemaat GKPI terjadi di sebuah Rumah Doa GKPI di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangeranng pada Minggu (20/9/2026), sekitar pukul 10.30 WIB.

Mulanya sekitar 40 jemaat tengah beribadah di dalam rumah doa tersebut. Di tengah aktivitas itu, sekelompok orang tiba-tiba mendatangi lokasi kejadian.

Ironisnya, mereka langsung berteriak dari luar bangunan. Bahkan suara sejumlah warga begitu keras sehingga memicu ketakutan dan kepanikan bagi puluhan jemaat berada di dalam ruangan.

Pengurus rumah doa yang mendengar teriakan itu langsung berupaya untuk meredam situasi ketegangan. Pengurus juga menenangkan jemaat agar melanjutkan kegiatan doa.

Massa bahkan sempat melakukan pengusiran terhadap jemaat secara sepihak. Salah satu warga yang biasa disapa Gojil terekam video viral.

Gojil mendesak agar kegiatan doa segera dihentikan. Sambil mengeluarkan sajam, Ia justru mempertanyakan perizinan agenda tersebut.

"Kalau tidak mau tutup, ada pertumpahan darah di dalam. Saya tidak takut mati, saya tidak takut mati. Sudah koordinasi sama siapa kalian? Tutup! Kalian sudah negosiasi dua kali, kalian izin sama siapa? Saya tidak menggunakan kekerasan jika Anda punya izin," ucap Gojil dalam video viral.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:02
01:31
05:08
11:48
01:46
08:42

Viral