- Kolase Instagram/@mood.jakarta & Istimewa
Kronologi Ibadah Jemaat Gereja di Tangerang Dibubarkan Warga Bersajam, Kini Pelaku Minta Maaf hingga Berakhir Damai
Gojil bahkan menyebut bahwa jemaat tersebut merupakan minoritas. Situasi ini membuat sejumlah warga langsung menggembok pintu masuk Rumah Doa dan jemaat semakin ketakutan.
Gelar Mediasi dan Kasus Berakhir Damai
- Antara
Pemerintah daerah bersama Kemenag memfasilitasi agenda mediasi. Kedua belah pihak didampingi tokoh masyarakat dan pemuka agama setempat.
Atas hasil mediasi tersebut, kedua belah pihak pilih menempuh jalur kekeluargaan. Hal ini bertujuan agar tetap merawat kerukunan antarumat beragama di lingkungan itu.
Perwakilan jemaat GKPI, Hadi Sucipto mengatakan bahwa, pihiaknya menyambut baik itikad baik itu dan memberikan apresiasi mengenai adanya kesepakatan tersebut.
"Berdasarkan hasil musyawarah, kedua belah pihak sepakat untuk tidak memperpanjang permasalahan," ujar Hadi di Tangerang, Senin, 21 September 2026.
Sementara, Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menngapresiasi langkah cepat dan pendekatan dialogis untuk menuntaskan kasus yang memicu gesekan sosial ini.
Bagi Andi, menjaga kerukunan dan keamanan masyarakat sangat penting. Aspek ini merupakan hal paling utama di wilayah Tangerang.
"Penyelesaian melalui dialog menjadi langkah penting agar persoalan ini tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas," katanya.
Kapolresta Tangerang pun mengimbau warga agar tidak mudah emosi dan terpancing aksi provokasi. Di media sosial, kabar yang masih simpang siur semakin merebak sehingga diharapkan tetap menjaga kondusifitas dan persatuan antarumat beragama.
"Dengan tercapainya kesepakatan damai ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kecamatan Rajeg dipastikan kembali kondusif," tukasnya.
(hap)