- Antara
Kemnaker Catat Hampir Separuh Alumni Magang Nasional 2025 Sukses Terserap Dunia Kerja
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat hasil positif dari pelaksanaan Program Magang Nasional 2025.
Hanya dalam kurun waktu tiga bulan setelah menyelesaikan masa pemagangan di sektor swasta dan manufaktur, nyaris 50 persen dari total peserta dilaporkan telah resmi terserap ke dunia kerja.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, mengungkapkan bahwa sekitar 30 ribu dari total 60 ribu lulusan magang industri angkatan pertama tersebut kini telah berstatus sebagai pekerja.
Pernyataan tersebut disampaikannya pada pembukaan Kick Off Program Pemagangan Nasional Batch 2 Angkatan 2 di Jakarta, Rabu (23/9).
Darmawansyah menjelaskan bahwa pendataan ini dikhususkan bagi peserta di sektor industri. Peserta yang menjalani pemagangan di ranah birokrasi dipisahkan karena memiliki jalur seleksi pegawai tersendiri.
"Kalau yang bekerja di kementerian dan lembaga, kami tidak bisa mengukur serapannya karena rekrutmen kementerian dan lembaga terpusat oleh Kementerian PAN-RB. Jadi kami pisah datanya," kata dia.
Tingkat keterserapan kerja para alumni tersebut dipantau secara berkala melalui survei penelusuran (tracer study) per triwulan.
Dari pemantauan terbaru, persentase alumni yang bekerja melonjak signifikan dibanding saat baru lulus.
"Setiap tiga bulan kami lakukan tracer. Kami baru lakukan tracer pekan lalu, dan angkanya sudah bergerak. Yang awalnya itu 30 persen saat mereka lulus, dan ini sudah mendekati 50 persen sesudah tiga bulan," katanya menambahkan.
Pembaruan data berikutnya akan kembali digelar dalam tiga bulan mendatang. Untuk memastikan akurasi data, Kemnaker memadukan dua pendekatan verifikasi: pengisian kuesioner langsung oleh alumni serta sinkronisasi silang dengan basis data kepesertaan aktif BPJS Ketenagakerjaan kategori pekerja penerima upah.
Melihat dampaknya yang nyata, pemerintah terus melanjutkan program ini pada 2026. Sebanyak 46 ribu orang telah berpartisipasi pada Batch 1, sementara 40.962 peserta dinyatakan lolos kualifikasi untuk Batch 2.
Secara kumulatif, Kemnaker membidik target penerimaan hingga 150 ribu peserta melalui tiga gelombang sepanjang tahun 2026.
Kemnaker menegaskan komitmennya untuk terus mengkaji program ini secara berkala demi menjamin peningkatan keahlian vokasi, jam terbang profesional, serta kesiapan karier para pemuda di pasar tenaga kerja. (ant/dpi)