- Antara
Pencarian 5 Jurnalis dan Kru Kapal Bisa Dibuka Lagi, Ini Pertimbangan Basarnas Banten
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten mempertimbangkan tindak lanjut operasi SAR untuk mencari lima jurnalis dan kru kapal yang hilang saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kepala Basarnas Banten Amrad menjelaskan keputusan terkait pembukaan kembali operasi pencarian akan mempertimbangkan hasil evaluasi serta informasi atau petunjuk baru yang diperoleh di lapangan.
Hal itu disampaikan Amrad saat menjelaskan perkembangan operasi SAR terhadap rombongan yang dilaporkan hilang di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau.
Menurut Amrad, informasi mengenai hilangnya rombongan tersebut diterima Basarnas pada 8 September 2026. Setelah menerima laporan, tim langsung menindaklanjutinya dengan pelaksanaan operasi SAR.
"Informasi yang kami terima itu pada tanggal 8, dan itu langsung kami tindak lanjuti hari pertama untuk pelaksanaan operasi SAR," kata Amrad.
Operasi SAR berlangsung hingga 14 September
Amrad mengatakan operasi pencarian dilakukan sejak laporan diterima hingga 14 September 2026.
Dalam proses pencarian tersebut, tim gabungan menyisir wilayah yang menjadi lokasi pencarian untuk menemukan para korban maupun objek yang berkaitan dengan kapal yang digunakan rombongan.
Namun, selama pelaksanaan operasi, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun kapal yang dicari.
"Di tanggal 12 itu ke tanggal 14 itu masih tetap kita melakukan pencarian, cuma hasilnya memang hingga tidak ada tanda-tanda kita menemukannya, penemuannya objek termasuk shipwreck, termasuk survivor yang kita cari," ujarnya.
Dengan kata lain, hingga periode pencarian tersebut, tim belum menemukan bangkai kapal atau shipwreck maupun korban yang masih bertahan atau survivor.
Jenazah ditemukan di Enggano pada hari kelima
Di tengah proses pencarian, tim mendapatkan informasi mengenai penemuan jenazah di Pulau Enggano pada 12 September 2026.
Amrad mengatakan informasi tersebut diterima sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, tim gabungan langsung melakukan evakuasi terhadap jenazah yang ditemukan.
"Di tanggal 12 itu kami mendapatkan informasi pada pukul 17.00, kurang lebih pada pukul 17.00 dan di situ langsung kita melakukan evakuasi dengan tim gabungan," kata Amrad.
Tim juga melakukan koordinasi dengan Kapolda Banten Irjen Hengki untuk menindaklanjuti temuan tersebut.