- Gambar ilustrasi AI
Kuliah Negeri Gratis Mulai Dihitung, APBN Disiapkan Gantikan UKT dan IPI
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah akan melakukan redesign anggaran pendidikan setelah Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas mengenai rencana penerapan pendidikan negeri gratis dari taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi.
Rapat terbatas tersebut digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/2026). Salah satu pembahasan yang mengemuka adalah bagaimana anggaran pendidikan dapat disusun kembali untuk mendukung perluasan akses pendidikan bagi masyarakat.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah akan melakukan redesain alokasi anggaran pendidikan, baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah.
Menurut dia, redesain tersebut diperlukan untuk menyesuaikan alokasi anggaran dengan tujuan pemerintah memperkuat kualitas pendidikan sekaligus mendukung berbagai program di sektor pendidikan.
"Bagaimana mendesainnya, berapa di pusat, berapa di daerah, berapa di KL ini, berapa di KL itu. Ini diberi arahan lakukan re-desain tujuannya memperkuat kualitas pendidikan," kata Suahasil.
Anggaran pendidikan tetap 20% APBN
Suahasil menjelaskan alokasi anggaran pendidikan pada tahun depan tetap mengikuti ketentuan sebesar 20% dari total APBN.
Dengan porsi tersebut, anggaran pendidikan diperkirakan mencapai lebih dari Rp800 triliun.
Besarnya anggaran tersebut nantinya akan kembali ditata berdasarkan kebutuhan dan pembagian program di pemerintah pusat maupun daerah.
Redesign anggaran pendidikan menjadi bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo setelah rapat terbatas membahas pendidikan gratis.
Pemerintah perlu menghitung kembali kebutuhan anggaran untuk berbagai program pendidikan, termasuk pembiayaan pendidikan dasar dan menengah serta opsi penggratisan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri.
Prabowo ingin pendidikan menjangkau semua lapisan
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengatakan Presiden Prabowo memiliki sejumlah program terobosan di bidang pendidikan.
Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memperluas akses agar pendidikan dapat dijangkau masyarakat dari berbagai kelompok ekonomi.
"Bagaimana pendidikan ini menjangkau seluruh anak-anak di semua lapisan ekonomi," kata Pratikno usai rapat.
Dalam rapat tersebut, pemerintah membahas rencana pendidikan gratis mulai dari TK hingga perguruan tinggi.
Untuk pendidikan dasar dan menengah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan komitmen pemerintah mencakup layanan pendidikan gratis mulai TK hingga SMA.