news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepala LEMIGAS, M. Iksan Kiat memaparkan arah strategis kemandirian energi era Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di depan ribuan delegasi PPI dari 68 negara..
Sumber :
  • Istimewa

Di Hadapan 3.500 Aktivis PPI dari 68 Negara, Kepala LEMIGAS Paparkan Visi Kedaulatan Energi Presiden Prabowo dan Menteri Bahlil

Kepala LEMIGAS, M. Iksan Kiat, memaparkan arah strategis kemandirian energi era Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di depan ribuan delegasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dari 68 negara.
Kamis, 24 September 2026 - 16:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS), M. Iksan Kiat, memaparkan arah strategis kemandirian energi era Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di depan ribuan delegasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dari 68 negara. 

Pemaparan tersebut disampaikan dalam forum 18th OISAA International Symposium yang digelar di Al-Azhar Conference Center, Kairo, Mesir, Senin (21/9).

Dalam simposium yang mengangkat tema kolaborasi pelajar menuju masa depan bangsa yang tangguh tersebut, Iksan menegaskan prinsip berdikari yang terus ditanamkan Kepala Negara.

“Visi hanya milik presiden. Presiden Prabowo mengatakan bahwa kita tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri. Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita, lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera. Pesan lain dari Presiden Prabowo adalah pemimpin muda harus memiliki “Hati, Otak dan Otot” yang unggul dan terus diolah,” tegas M. Iksan Kiat.

Iksan menambahkan, garis kebijakan kedaulatan tersebut diakselerasi secara konkret oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia lewat berbagai program nyata, seperti penerapan bahan bakar B50 guna menyetop impor solar hingga pembukaan izin pengelolaan migas bagi daerah dan koperasi.

“Menteri Bahlil selalu menyampaikan bahwa kita harus lebih mementingkan kepentingan rakyat daripada kepentingan lain. Apalagi kedaulatan bangsa kita tidak boleh diintervensi oleh siapapun. Karena kita menganut mazhab politik bebas aktif. Kita tidak mendikte negara lain, tapi negara lain juga tidak boleh mendikte kita. Independensi negara kita harus kita jaga sebagai bagian daripada pengabdian kita kepada Ibu Pertiwi." ujarnya.

"Arahan Presiden itu tertib dijalankan oleh Menteri Bahlil melalui pencapaian, rekor dan kontribusi nyata yang selama ini tidak bisa dipenuhi menteri-menteri lain mulai dari B50 yang membantu negara stop impor solar, Kepmen 14/2025 yang memberikan kesempatan kepada masyarakat daerah lewat BUMD, Koperasi dan UMKM masuk bisnis minyak,.Perpres 26/2026 yang memastikan pasokan bahan baku minyak mentah dari G2G dan harga terjangkau dari pemotongan rantai broker minyak mentah, percepatan penerapan teknologi MNK untuk genjot produksi, dan penawaran 128 Wilayah Kerja Migas untuk dorong eksplorasi sumber minyak mentah baru,” tambah Iksan Kiat.

Selain isu ketahanan energi, mantan tokoh sentral PPI Dunia ini turut mengenalkan gagasan “Model 8³P” sebagai strategi percepatan hilirisasi dan industrialisasi nasional. 

Konsep tersebut memadukan 8 Properties, 8 Pillars, dan 8 Pavilions untuk membangun ekosistem ekonomi berdaya saing global yang bertumpu pada kolaborasi proporsional antar-sektor.

“Setiap aktor memiliki kontribusi sesuai fungsi dan kebutuhan strategisnya, sehingga keberhasilan industrialisasi tidak ditentukan oleh pemerataan peran, melainkan oleh ketepatan proporsi dan keterhubungan antar unsur.”, sambung Iksan. (ant/dpi)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:12
06:45
04:21
04:52
04:00
07:00

Viral