- Jafkhairi-Antara
Geger! Pria Cekcok Usai Diduga Jadi Korban Pelecehan di KRL, KAI Commuter Line Lakukan Penelusuran
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi seorang pria diduga cekcok dengan pria lain usai menjadi korban pelecehan di dalam gerbong KRL pada Kamis (24/9/2026).
Peristiwa ini diunggah dalam akun Instagram @lbj_jakarta dengan keterangan: “Diduga Terjadi Pelecehan Terhadap Penumpang Laki-Laki di KRL”.
Terlihat aksi cekcok ini direkam oleh penumpang lain yang juga berada di dalam gerbong kereta.
“Keributan terjadi di dalam gerbong KRL yang dipenuhi penumpang. Seorang pria berusia sekitar 20 tahun tiba-tiba memukul penumpang lain sambil berteriak dan menuding pria tersebut telah memegang bagian tubuh intimnya,” tulis keterangan dalam akun, dikutip Kamis (24/9/2026).
Terkait peristiwa ini, Public Relations Manager KAI Commuter Leza Arlan mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan penelusuran terkait peristiwa yang terjadi.
“Menanggapi video viral di media sosial terkait adanya dugaan tindak kekerasan seksual, informasi terkait kejadian tersebut saat ini masih dalam penelusuran oleh petugas terkait dikarenakan tidak adanya laporan yang masuk,” kata Leza, dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).
Leza menjelaskan pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa selama perjalanan dengan Commuter Line.
“KAI Commuter tidak membenarkan segala bentuk tindakan kriminalitas yang mengganggu keamanan dan kenyamanan pengguna. Apabila pengguna menyaksikan atau menjadi korban pelecehan seksual, segera laporkan kejadian tersebut kepada petugas,” tegas Leza.
Leza menjelaskan keamanan selama menggunakan layanan Commuter Line didukung oleh peran aktif pengguna menjadi kolaborasi yang baik dalam menangani tindak kekerasan seksual yang terjadi baik di dalam kereta ataupun di lingkungan stasiun.
“Saat ini seluruh stasiun Jabodetabek sudah dilengkapi dengan CCTV analytic, begitu pula di dalam rangkaian Commuter Line-nya. CCTV analytic ini dapat merekam wajah pengguna Commuter Line termasuk terduga pelaku tindak kriminalitas,” ungkap Leza.
Selain itu, KAI Commuter akan memasukkan ke dalam data base CCTV analytic dan mem-blacklist apabila terduga pelaku terbukti melakukan tindak kekerasan seksual.
“Kami juga akan membantu dan mendampingi korban ke ranah hukum. KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna dapat melaporkan kejadian tindak kriminalitas langsung kepada petugas dalam Commuter Line ataupun stasiun atau melalui media sosial resmi. Informasi yang diterima akan menjadi bagian penting dalam mendukung tindak lanjut dan penanganan kejadian sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tuturnya.
Leza mengajak pengguna Commuter Line untuk tidak mengabaikan tindakan yang berpotensi mengganggu kenyamanan serta berani speak up untuk menyampaikan laporan apabila menemukan kejadian yang memerlukan perhatian.
KAI Commuter berupaya memastikan layanan Commuter Line dapat digunakan dengan rasa aman oleh seluruh masyarakat. (ars/nsi)