news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Petani Panen Jagung di Tengah Ancaman El Nino.
Sumber :
  • dok. Istimewa

Diterjang Ancaman El Nino, 7.000 Petani Jagung Klaim Panen Naik 15 Persen

Peningkatan produktivitas itu menjadi sorotan karena berlangsung di tengah tekanan perubahan iklim dan variabilitas cuaca yang semakin menjadi tantangan bagi petani.
Jumat, 25 September 2026 - 14:22 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ancaman El Nino yang berpotensi memperpanjang musim kemarau menjadi tantangan serius bagi produktivitas jagung nasional. 

Namun, lebih dari 7.000 petani jagung di Lampung Tengah, Pesawaran, Wonogiri, dan Tuban justru menunjukkan potensi peningkatan hasil panen melalui penggunaan varietas DEKALB DK79C Kuat.

Panen raya yang berlangsung pada 23 September hingga 1 Oktober 2026 tersebut menunjukkan potensi hasil panen sekitar 10–15 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata hasil panen pada musim tanam umumnya di wilayah tersebut.

Peningkatan produktivitas itu menjadi sorotan karena berlangsung di tengah tekanan perubahan iklim dan variabilitas cuaca yang semakin menjadi tantangan bagi petani. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan fenomena El Nino kuat dapat menyebabkan musim kemarau berkepanjangan di sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir Oktober 2026.

Kondisi tersebut berpotensi menekan produktivitas berbagai komoditas strategis, termasuk jagung. Karena itu, peningkatan produktivitas di tingkat lahan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga pasokan jagung nasional.

Jagung tidak hanya berperan sebagai sumber pangan, tetapi juga menjadi bahan baku utama industri pakan ternak. Ketergantungan industri pakan terhadap jagung membuat komoditas ini memiliki posisi strategis dalam mendukung pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat.

Pemerintah sendiri menargetkan produksi jagung pipilan kering sekitar 18 juta ton pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional.

Direktur PT Bayer Indonesia Andi Ilyas mengatakan Hari Tani Nasional menjadi momentum untuk mengapresiasi peran petani sekaligus mendorong penerapan inovasi pertanian untuk menghadapi tantangan budidaya.

“Hari Tani Nasional merupakan momentum untuk mengapresiasi peran penting petani dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Kami percaya dengan inovasi pertanian yang didukung praktik budidaya yang tepat, akan berpotensi membantu petani menghadapi tantangan iklim sekaligus meningkatkan potensi hasil panen. Bayer akan terus bekerja bersama petani untuk mendukung praktik pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan,” kata Andi Ilyas, Direktur PT Bayer Indonesia.

Menurut Bayer, hasil panen di Lampung, Wonogiri, dan Tuban memperlihatkan bahwa produktivitas tanaman tidak hanya ditentukan oleh varietas, tetapi juga kombinasi antara teknologi, inovasi, dan praktik agronomi yang diterapkan di lapangan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

24:16
05:21
01:14
02:09
04:33
05:19

Viral