- tvOneNews
Istri Dokter di Cirebon Ditemukan Tewas Penuh Luka Tusuk di Kasur Kamarnya, Sempat Minta Dibelikan Bubur Ayam
Adik korban pun datang ke rumah sekitar pukul 17.00 WIB. Sayangnya saat pintu diketuk tidak mendapat respons sama sekali dari dalam rumah.
"Akhirnya, si bubur tersebut dicangkolkan di pintu," lanjutnya.
Kemudian, kata dia, adik korban memutuskan untuk kembali melakukan aktivitasnya. Sang adik kebetulan berjualan di sebuah toko di depan tempat praktik suami K.
Sementara, suami korban berangkat untuk praktik sekitar pukul 16.00 WIB. Lokasinya berada di samping sebuah minimarket di Babakan.
Suami korban kemudian pulang ke rumah sekitar pukul 17.00 WIB lebih. Dokter tersebut terkejut melihat istrinya telah tergeletak bersimbah darah seusai memasuki area kamar.
Lanjut Abi, banyak darah yang ditemukan di kasur tempat korban ditemukan. Namun, ia menepis bahwa korban telah dalam kondisi bersimbah darah.
"Iya, tidak bersimbah darah sih bahasanya, ada banyak darah dii kasurnya," ucapnya.
Dokter tersebut, kata dia, langsung meminta bantuan kepada adik istri atau adik ipar. Hal ini membuat peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Babakan.
"Mungkin dia ketika mau pulang melihat adiknya lagi membereskan dagangannya. Akhirnya meminta bantuan adik istrinya suruh ke sini. Akhirnya dia lapor ke Polsek Babakan. Begitu kronologi sementaranya," bebernya.
Jenazah Korban Dibawa ke Rumah Sakit
Irfan mengatakan, pemeriksaan di lokasi berlanjut pada Jumat, 25 September 2026. Sementara, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu untuk proses autopsi oleh ahli forensik.
"Pada saat ini jenazah telah dibawa ke rumah sakit untuk dilaksanakan autopsi," katanya.
Kata Irfan, hasil autopsi sangat membantu pihak kepolisian. Hal ini bertujuan untuk mengungkap penyebab kematian perempuan berusia 66 tahun itu.
Berdasarkan isu yang beredar di media sosial, dugaan penyebab kematian K akibat peristiwa perampokan. Hal itu membuat korban ditusuk oleh pelaku perampokan.
Irfan menegaskan, polisi tidak ingin gegabah dan belum membenarkan informasi tersebut. Hingga kini, penyidik masih melakukan pemeriksaan, termasuk adanya kemungkinan barang yang hilang dari rumah korban.
"Kami pada saat ini melaksanakan investigasi. Kami tentunya belum bisa menyimpulkan hal tersebut (barang hilang) karena proses masih sedang berjalan. Jadi, kami butuh waktu untuk penanganan lebih lanjut," tukasnya.