news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Polisi mengevakuasi jenazah K, istri dokter umum yang ditemukan tewas di kasur kamar rumahnya di Cirebon.
Sumber :
  • tvOneNews

Istri Dokter di Cirebon Ditemukan Tewas Penuh Luka Tusuk di Kasur Kamarnya, Sempat Minta Dibelikan Bubur Ayam

K (66), istri seorang dokter umum di Desa Babakan, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, ditemukan tewas penuh luka tusuk di kamar rumahnya, Kamis (24/9/2026).
Jumat, 25 September 2026 - 15:34 WIB
Reporter:
Editor :

Cirebon, tvOnenews.com - Seorang perempuan berinisial K (66), istri seorang dokter umum di Desa Babakan, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ditemukan tewas. K meregang nyawa di kasur dalam kamar rumahnya pada Kamis (24/9/2026).

TRIGGER WARNING: Artikel ini berpotensi memicu perasaan tidak nyaman bahkan mengganggu terutama bagi seperti penyintas trauma dan penderita stres pascatrauma (PTSD) karena mengandung deskripsi mengenai kekerasan, penganiayaan, dan pembunuhan.

K ditemukan tergeletak dalam kondisi meninggal dunia. Polisi menemukan sejumlah luka tusuk pada beberapa bagian tubuh istri dokter umum tersebut.

Perempuan berusia 66 tahun itu diketahui masih sempat menghubungi adiknya via WhatsApp sekitar pukul 16.30 WIB. Istri dokter umum itu meminta agar dibelikan bubur ayam oleh adiknya.

Sang adik kemudian datang sekitar pukul 17.00 WIB. Sayangnya pintu rumah dalam keadaan tertutup sehingga memutuskan untuk diketuk. Tak lama kemudian, suami korban yang baru pulang dari klinik tempat praktiknya kaget melihat K sudah meregang nyawa di atas kasur.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Irfan Alireja menyampaikan bahwa, dokter tersebut langsung meminta bantuan adik iparnya melaporkan kejadian ini kepada polisi. Hal ini mendorong Tim Inafis Polsek Babakan dan Satreskrim Polresta Cirebon langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Dari hasil olah TKP sementara, kami menemukan memang ada beberapa luka yang terdapat pada tubuh korban," ujar Irfan di lokasi kejadian, Jumat (25/9/2026).

Tim Inafis yang datang langsung memasang garis polisi di sekitar lokasi. Petugas kepolisian juga melakukan pemeriksaan di sejumlah bagian rumah hingga mengumpulkan beberapa bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa itu.

Berdasarkan dari keterangan sejumlah saksi, suami korban menjadi sosok pertama yang menemukan K dalam kondisi meninggal dunia. Polisi juga menemukan beberapa luka tusuk pada tubuh korban.

Akan tetapi, polisi masih belum mengungkap jenis maupun lokasi luka tusuk di bagian tubuh istri dokter tersebut.

Sementara, Sekretaris Desa Babakan, Abi Fahmi menyampaikan bahwa, korban memang sebelumnya sempat menghubungi adiknya. Hal itu bertujuan agar meminta dibelikan makanan.

"Kemudian istrinya katanya WhatsApp ke adiknya, adik istrinya sekitar jama 16.30 WIB untuk minta dibelikan bubur. Katanya bubur ayam," terang Abi.

Adik korban pun datang ke rumah sekitar pukul 17.00 WIB. Sayangnya saat pintu diketuk tidak mendapat respons sama sekali dari dalam rumah.

"Akhirnya, si bubur tersebut dicangkolkan di pintu," lanjutnya.

Kemudian, kata dia, adik korban memutuskan untuk kembali melakukan aktivitasnya. Sang adik kebetulan berjualan di sebuah toko di depan tempat praktik suami K.

Sementara, suami korban berangkat untuk praktik sekitar pukul 16.00 WIB. Lokasinya berada di samping sebuah minimarket di Babakan.

Suami korban kemudian pulang ke rumah sekitar pukul 17.00 WIB lebih. Dokter tersebut terkejut melihat istrinya telah tergeletak bersimbah darah seusai memasuki area kamar.

Lanjut Abi, banyak darah yang ditemukan di kasur tempat korban ditemukan. Namun, ia menepis bahwa korban telah dalam kondisi bersimbah darah.

"Iya, tidak bersimbah darah sih bahasanya, ada banyak darah dii kasurnya," ucapnya.

Dokter tersebut, kata dia, langsung meminta bantuan kepada adik istri atau adik ipar. Hal ini membuat peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Babakan.

"Mungkin dia ketika mau pulang melihat adiknya lagi membereskan dagangannya. Akhirnya meminta bantuan adik istrinya suruh ke sini. Akhirnya dia lapor ke Polsek Babakan. Begitu kronologi sementaranya," bebernya.

Jenazah Korban Dibawa ke Rumah Sakit

Irfan mengatakan, pemeriksaan di lokasi berlanjut pada Jumat, 25 September 2026. Sementara, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu untuk proses autopsi oleh ahli forensik.

"Pada saat ini jenazah telah dibawa ke rumah sakit untuk dilaksanakan autopsi," katanya.

Kata Irfan, hasil autopsi sangat membantu pihak kepolisian. Hal ini bertujuan untuk mengungkap penyebab kematian perempuan berusia 66 tahun itu.

Berdasarkan isu yang beredar di media sosial, dugaan penyebab kematian K akibat peristiwa perampokan. Hal itu membuat korban ditusuk oleh pelaku perampokan.

Irfan menegaskan, polisi tidak ingin gegabah dan belum membenarkan informasi tersebut. Hingga kini, penyidik masih melakukan pemeriksaan, termasuk adanya kemungkinan barang yang hilang dari rumah korban.

"Kami pada saat ini melaksanakan investigasi. Kami tentunya belum bisa menyimpulkan hal tersebut (barang hilang) karena proses masih sedang berjalan. Jadi, kami butuh waktu untuk penanganan lebih lanjut," tukasnya.

(hap)

 
 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

24:16
05:21
01:14
02:09
04:33
05:19

Viral