- Tim tvOne - Nuryanto
Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas 2 Km, Mengarah ke Kali Boyong
Selain itu, tercatat 84 gempa hybrid/fase banyak serta satu gempa vulkanik dangkal.
Pada periode yang sama, pemantauan juga mencatat lima kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dan Kali Krasak. Jarak luncur maksimum guguran lava tersebut mencapai 1.800 meter.
Aktivitas Merapi Masih Terpantau
Pada periode pengamatan 25 September 2026 pukul 18.00-24.00 WIB, aktivitas kegempaan Gunung Merapi juga masih berlangsung.
Badan Geologi mencatat 12 gempa guguran dengan amplitudo 2-9 milimeter dan durasi 57,1-130,26 detik. Selain itu, terdapat 29 gempa hybrid/fase banyak.
Data pemantauan tersebut menunjukkan suplai magma ke tubuh Gunung Merapi masih berlangsung. Kondisi itu dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah yang telah ditetapkan sebagai wilayah potensi bahaya.
Karena itu, potensi guguran lava maupun awan panas masih perlu diwaspadai masyarakat, khususnya yang berada di sekitar alur sungai yang berhulu di Merapi.
Waspada Lahar Saat Hujan
Selain ancaman awan panas guguran dan guguran lava, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi lahar, terutama ketika terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi.
Aliran lahar dapat terjadi melalui sungai-sungai yang berhulu di kawasan Merapi. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di alur sungai yang masuk dalam daerah potensi bahaya.
Gangguan akibat abu vulkanik juga perlu diantisipasi apabila aktivitas erupsi Merapi meningkat.
Jika terjadi letusan eksplosif, Badan Geologi menyebut lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
Dengan status Merapi yang masih berada pada Level III atau Siaga, masyarakat diminta terus mengikuti perkembangan informasi serta rekomendasi resmi terkait aktivitas Gunung Merapi dan menghindari daerah yang masuk dalam potensi bahaya.